Malpro 3, Gaet Konsumen dengan Prinsip Tahapan AIDA

Ada kalanya pengusaha mengalami masa stuck atau terhenti dalam dalam menjalankan usahanya.

Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Produk Malpro yang dipasarkan dengan prinsip AIDA 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ada kalanya pengusaha mengalami masa stuck atau terhenti dalam menjalankan usahanya. 

Merasa sudah melakukan semua cara tapi ternyata tak membawa hasil. 

Menurut praktisi wirausaha Surabaya, Andi Pratama Sulistyo, kondisi itu antara lain di atasi dengan penguasaan teknik digital marketing dan distribusi produk.

“Komunikasikan value produk kepada konsumen via digital,” terang Andi yang juga Dosen Fakultas Kewirausahaan Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dan pemilik Trinus Tour.

Andi menjadi narasumber  Webinar Malang Beli Produk Lokal (Malpro) Vol.3, yang digelar Pemkot Malang dengan Harian SURYA.  Ia memaparkan Teknik Digital Marketing dan Distribusi, Rabu (4/11/2020). 

Wali Kota Malang, Sutiaji saat berikan pemaparan
Wali Kota Malang, Sutiaji saat berikan pemaparan (Istimewa/TribunJatim.com)

Andi menjelaskan macam-macam media digital, komunitas pribadi, dan sarana komunikasi umum untuk media beriklan seperti twitter, facebook, instagram, dan youtube.

Yang menarik, Andi memaparkan prinsip tahapan AIDA untuk menggaet konsumen. AIDA tersebut yakni aware (mengenal produk kita), Interest (tertarik mengetahui lebih lanjut produk kita), Desire (mendorong konsumen untuk membeli), dan Action (mengajak konsumen langsung eksekusi membeli produk kita). 

“Selanjutnya, kita harus membuat konsumen beli lagi dan merekomendasikan produk kita ke teman-temannya,” terang Andi.

Pengusaha juga perlu tahu konsumennya, dengan sasaran konsumen mau dan mampu untuk membeli produk.

Pahami Karakter Kemasan
Di sisi lain,  narasumber lainnya, Veronika banyak memberikan  penjelasan praktis mengenai pengemasan produk. Veronika adalah dosen Fakultas Kewirausahaan UKWMS sekaligus pemilik Genta 57 Snack Surabaya

Dikatakan Veronika, permasalahan yang sering dialami wirausaha adalah, pemilihan bahan pengemas, mendesain kemasan, desain label, serta biaya pembuatannya.

Mindset yang ada bahwa bahan kemasan yang baik dan menarik selalu identik dengan harga mahal, namun demikian bisa dicari alternatif kemasan unik dan menarik dengan harga terjangkau.

“Seperti penjual lemper. Jika hanya dijual biasa tentu kurang menarik. Lemper dimasukkan dalam besek sehingga lebih cantik dan meningkatkan nilai jual,” ujarnya.

Veorinika juga menjelaskan bahwa pengelola usaha harus mengenal jenis dan bahan kemasan. Hal penting dalam membuat kemasan yakni, kesesuaian antara produk dengan bahan pengemasnya, ukuran kemasan dan ketebalan kemasan, serta bentuk kemasan dan desain label.

“Label juga merupakan suatu wajah dari produk. Desain label tidak dibatasi sesuai kreativitas.

Webinar Malpro
Webinar Malpro (Istimewa/TribunJatim.com)
Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved