Virus Corona di Surabaya

Pasien Baru Covid-19 Meningkat, RS Unair Khawatirkan Minimnya SDM Rumah Sakit

Peningkatan pasien Covid-19 pekan ini membuat ruangan untuk menangani pasien positif di Rumah Sakit Khusus Infeksi yang dimiliki RS Unair penuh.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Pipin Tri Anjani
Freepik
ILUSTRASI - Peningkatan pasien Covid-19 pekan ini membuat ruangan untuk menangani pasien positif di Rumah Sakit Khusus Infeksi yang dimiliki RS Unair penuh. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Peningkatan pasien Covid-19 pekan ini membuat ruangan untuk menangani pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang dimiliki Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya penuh.

Tim Satgas Corona RSUA, dr Alfian Nur Rosyid SpP mengatakan akibat penuhnya ruangan di RSKI, sejumlah pasien baru sementara terpaksa dirawat di buffer Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dormitory.

"Ada penambahan pasien sebanyak 5 persen. Saat ini kami menangani  51 pasien Covid-19 dari jumlah 40 tempat tidur isolasi yang ada," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (2/12/2020).

Meski ruangan untuk merawat pasien Covid-19 penuh, Alfian memastikan layanan bagi pasien corona akan tetap berjalan dan tidak ada rencana menutup.

"Alhamdulillah masih mencukupi. Sehingga kami tidak ada rencana untuk menutup layanan bagi pasien Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Sejak Pandemi, Total 25 ASN di Kota Malang Positif Covid-19, Belum Termasuk Belasan Pegawai Reaktif

Baca juga: Tragedi Nathalie Holscher Minta Sule Mandi, Berujung Dipaksa Lakukan 1 Hal Jorok di Kamar: 3 Kali

Alfian memprediksi pasien baru Covid-19 di RSUA akan terus bertambah 10 hingga 15 persen seiring adanya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dan libur akhir tahun.

Mengantisipasi hal tersebut, pihak RSUA intensif mengedukasi masyarakat melalui webinar agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami menyiapkan IGD RSKI sebagai ruang buffer untuk pasien baru Covid-19. Insya Allah ruangan tetap tersedia meski pasien baru Covid-19 meningkat," kata Alfian.

Dia mengaku tak terlalu mengkhawatirkan ketersediaan ruangan bagi pasien baru Covid-19.

Justru Alfian menghawatirkan jumlah sumber daya manusia (SDM) relawan Covid-19 karena sebelumnya sudah ditarik pemerintah. 

"Untuk ruangan tersedia, yang kurang adalah SDM-nya karena bantuan relawan covid sdh ditarik dari pemerintah. Harapannya, pemerintah membuka perekrutan lagi untuk relawan Covid-19," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved