Rel Kereta Api Stasiun Indro Kecamatan Gresik Diaktifkan Lagi, Rencana Dipakai Transportasi Barang

Rel kereta api dari Stasiun Indro, Kecamatan Gresik diaktifkan lagi. Rencananya akan digunakan sebagai angkutan barang.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Warga di Kelurahan Indro, Gresik melihat lokomotif kereta api aktivasi rel. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dalam beberapa hari terakhir, warga Kelurahan Indro, Kecamatan Gresik, melihat lokomotif kereta api melintas di jalur yang telah lama tidak digunakan.

Pasalnya, rel kereta api dari Stasiun Indro, Kecamatan Gresik itu, rencananya akan digunakan sebagai angkutan barang.

Berikut penjelasan Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto terkait rencana aktivasi rel kereta tersebut.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Tulungagung Tingkatkan Operasi Yustisi Seperti Awal Pandemi: Ada Jam Malam

Baca juga: Sekelompok Mahasiswa Orasi di Simpang Lima Gumul, Ajak Warga Tidak Golput: Untuk Kediri Lebih Baik

"Untuk progres rencana pengaktifannya sudah mulai direncanakan. Untuk saat ini, rencana awal baru untuk angkutan barang," ucap Suprapto, Jumat (4/12/2020).

Pihaknya masih belum bisa menjelaskan secara gamblang, apakah selain mengangkut barang, kereta api yang akan melintas di Stasiun Indro juga akan mengangkut penumpang.

"Nanti kalau sudah valid akan saya infokan lagi, mohon menunggu ya, saat ini datanya masih perencanaan," tambahnya.

Sebelumnya, Pemkab Gresik telah membuat master plan untuk jalur kereta itu. Namun jadwal kapan akan diaktifkan itu belum diketahui.

Jika pengaktifan perlintasan kereta itu dimaksudkan untuk transportasi barang, di daerah pesisir memang banyak dipadati oleh industri.

Dengan adanya kereta barang itu, pengiriman logistik bisa jadi lebih efektif.

Baca juga: Runutan Bacaan Doa Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah SAW, Mohon Perlindungan dari Gangguan Jin

Baca juga: Sambut Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Deklarasi Pelajar Tangguh

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Nanang Setiawan disinggung mengenai progres, pihaknya baru selesai memetakan kebutuhan. Untuk pelaksanaannya masih terkendala pembebasan lahan. Sebab, wilayah yang dilalui perlintasan itu sudah padat penduduk. 

Pihaknya sebagai fasilitator juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait pembebasan lahan.

“Kami hanya fasilitator pelaksana saja. Proyek re-aktifasi perlintasan itu sepenuhnya menjadi milik PT KAI. Kami hanya membantu. Pembebasan lahan juga dari pusat,” katanya.

Sekadar informasi, sejak awal Dinas Perhubungan Pemkab Gresik merencanakan membuka jalur sejauh 4,5 kilometer. Angka itu belum pasti. Sebab awalnya jalur yang akan dibuka mulai dari Teluk Lamong hingga menuju ke Stasiun Indro.

Bahkan nantinya jalur itu akan melintasi pesisir. Rutenya, dari Stasiun Indro ke utara menuju pelabuhan kemudian ke barat sampai ke JIIPE. 

Penulis: Willy Abraham

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved