Breaking News:

Pembangunan Kawasan Pedesaan Masuk Proyek SWS Intensif Dilakukan Pemkab Nganjuk

kawasan Pedesaan yang masuk proyek strategis nasional Selingkar Wilis Selatan (SWS) terus dilakukan Pemerintak Kabupaten Nganjuk.

istimewa
Dinas Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk menggelar rapat koordinasi pembangunan kawasan pedesaan Selingkar Wilis Selatan di Kecamatan Ngetos. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pengembangan dan Pembangunan kawasan Pedesaan yang masuk proyek strategis nasional Selingkar Wilis Selatan (SWS) terus dilakukan Pemerintak Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan dengan mempersiapkan Pedesaan Selingkar Wilis melalui penggalangan kepentingan bersama untuk mewujudkan pembangunan kawasan pedesaan.

Kepala Bidang Pembangunan dan Kerjasama Desa Dinas Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk, Sudarno mengatakan, dengan diterbitkannya Perpres Nomor 80 Tahun 2019 yang menaungi pembangunan Kawasan Selingar Wilis maka diharapkan bisa meningkatkan perekonomian perdesaan di Kawasan Selingkar Wilis. Untuk itu, Pemerintah Daerah mendukung penganggaran pembangunan kawasan perdesaan Selingkar Wilis tersebut.

"Setidaknya ada sembilan Desa di Kecamatan Ngetos yang dalam tahap awal akan masuk dalam program Selingkar Wilis Selatan," kata Sudarno dalam Rakor Kawasan Pedesaan Selingkar Wilis di Kecamatan Ngetor Kabupaten Nganjuk, kemarin.

Baca juga: Namanya Dicatut, Alvara Bantah Lakukan Survei di Banyuwangi

Baca juga: Jelang Barcelona Vs Juventus - Pirlo Konfirmasi Buffon Bisa Tampil Lawan Blaugrana

Baca juga: Kelakuan Nagita Pertama Kali Kerokan, Penampakan Punggung Buat Heboh Kru, Istri Raffi: Gak Mau Lagi

Dijelaskan Sudarno, dukungan Pemerintah Daerah untuk program pembangunan Pedesaan di kawasan Selingkar Wilis Selatan pada tahun 2019 lalu telah mencapai sekitar Rp 200 juta. Anggaran tersebut mengalami kenaikan pada tahun 2020 yang mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.

"Anggaran tersebut umumnya untuk pembangunan infrastruktur jalan rintisan Selingkar Wilis Selatan yang melalui beberapa Desa," ucap Sudarto kepada TribunJatim.com.

Memang, diakui Sudarto, besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan dan pengembangan kawasan Pedesaan yang masuk program Selingkar Wilis Selatan cukup besar. Dengan demikian dirasa tidak mungkin pembangunan desa dilakukan sendiri oleh Desa.

Desa membutuhkan kerjasama dengan Desa lain dan dengan pihak ketiga. Dan Desa juga harus bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Pemerintah Pusat.

"Itulah mengapa dibutuhkan kerjasama semuanya dalam pembangunan kawasan Pedesaan, khususnya yang masuk dalam proyek strategis nasional Selingkar Wilis Selatan," tandas Sudarto kepada TribunJatim.com.

Sebelumnya Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, Pemkab Nganjuk akan berupaya maksimal dalam mewujudkan proyek strategis nasional Selingkar Wilis Selatan.

Dimana diharapkan nantinya dari Selingkar Wilis Selatan tersebut bisa menjadikan wilayah Kabupaten Nganjuk khususnya di wilayah pinggiran kawasan Gunung Wilis akan terbuka dengan potensi yang ada dan masyarakat bisa lebih sejahtera.

Disamping itu, dengan adanya proyek selingkar Wilis Selatan akan meningkatkan perkembangan sektor perekonomian dan Partiwisata di Kabupaten Nganjuk.

"Melihat manfaat yang cukup besar yang bisa dinikmati oleh masyarakat tersebut kami akan terus mendorong proyek Strategis Nasional Selingkar Wilis bisa segera direalisasi dan diselesaikan," tutur Novi Rahman Hidhayat. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved