Breaking News:

Pilkada Gresik

Qosim-Alif Terima Kekalahan 2 Persen Suara Pilkada Gresik 2020, Tim Hukum Tak Ajukan Gugatan ke MA

Qosim-Alif terima kekalahan 2 persen lebih suara dalam Pilkada Gresik 2020. Tim Hukum pastikan tak akan ajukan gugatan ke MK.

SURYA/MOCH SUGIYONO
KOMPAK - Tim hukum Calon Bupati - Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim – dr Asluchul Alif dengan kompak menyatakan tidak akan melakukan gugatan ke MK atas kekalahan dalam Pilkada Serentak 2020, Rabu (16/12/2020).  

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tim hukum Calon Bupati-Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim dan dr Asluchul Alif memastikan tidak akan meggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas kekalahan dalam Pilkada Serentak 2020.

Sebab, selisih perolehan diperkirakan 2 persen lebih, sehingga secara formil tidak memenuhi syarat untuk menggugat, Rabu (16/12/2020). 

Tim  hukum paslon Pilkada Gresik 2020 nomor urut satu, Qosim-Alif,  yaitu Hariyadi, mengatakan, melihat hasil rekapitulasi ditingkat Kecamatan yang sudah selesai.

Baca juga: Segera Dinilai Badan PBB, Banyuwangi Terus Matangkan Persiapan Geopark Ijen

Baca juga: Sinopsis Film Gods of Egypt, Dibintangi Brenton Thwaites, Tayang di Bioskop Trans TV Pukul 23.30 WIB

Dilihat ada selisih perolehan suara sekitar 2 persen sebanyak 14 ribu lebih. 

Hal itu, sesuai dengan PKPU, tentang Pilkada, bahwa Gresik penduduknya sekitar 1 juta lebih, itu hanya 0,5 persen yang bisa diajukan gugatan. 

Dari peraturan tersebut juga sudah disampaikan kepada paslon 01 Qosim - Alif, sehingga keduanya menerima.

"Tim hukum sudah menjelaskan kepada Paslon Q-A (Qosim-Alif) dan mereka menerima itu," kata Hariyadi, saat di rumah makan Padang, Jalan Panglima Sudirman, Gresik. 

Baca juga: SOSOK Wanita yang Blak-blakan Berniat Rebut Gebetan Lesty, Sudah Cium Rizky Billar: Ramai Dah Tuh

Baca juga: Aktivitas Asisten Pelatih Arema FC Selama Masa Penundaan Kompetisi: Kumpul Keluarga Hingga Latih SSB

Dalam kesempatan itu, Hariyadi juga menegaskan, bahwa tim QA sudah legowo menerima kekalahan dalam Pilkada 2020. Sehingga tidak akan melakukan gugatan ke MK. 

"Tim QA legowo, tim hukum kami legowonya yaitu mengakui kekalahan dan tidak melakukan permohonan gugatan  di MK," imbuhnya. 

Lebih lanjut Hariyadi menambahkan, selain pertimbangan selisih suara, dalam diskusi dengan Paslon Qosim-Alif ( QA ) juga ada pertanyaan, tentang gugatan pada Pilkada sebelumnya yang dulu pernah dilakukan dan berhasil menang. 

"Dulu kok bisa gugatan dan menang?, Namun, dulu sebagai pemohon, berbeda dengan sekarang, yang terjadi sangat berbeda," imbuhnya. 

Diketahui, dalam rekapitulasi secara online di website KPU RI, bahwa Paslon 02, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani ) – Aminatun Habibah (Ning Min) meraih suara terbanyak mencapai 51 persen dengan perolehan suara 369,576 dan Paslon 01, Qosim - Alif mencapai 49 persen dengan perolehan suara  355,404.

Penulis: Sugiyono

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Sugiyono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved