Breaking News:

Membudidayakan Iguana, Pemuda Magetan ini Sukses Jadi Pengusaha Iguana

Gatot Suratno, pemuda Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan iguana.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Doni Prasetyo
Pemuda Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan binatang reptil iguana, hingga merubah hidupnya menjadi peternah sukses. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Gatot Suratno, pemuda Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan iguana.

Hewan marga kadal asal daerah tropis Amerika Tengah, Selatan dan Kepulauan Karimbia ini terdiri dari dua spesies, iguana hijau (Iguana iguana) dan iguana Antilles Kecil (Iguana delicatissima).

Kedua spesies ini berhasil diternakkan pemuda penyayang binatang jenis reptil ini. Berkat binatang reptil ini Gatot Suratno berhasil memenuhi kehidupan kelurganya.

Iya membudidayakan binatang reptil yang menyerupai dinosaurus, namun versi kecil baru tiga tahun lalu, berawal dari hobi, kemudian mencoba beternak.Sebelum berternak binatang lucu ini Gatot Suratno adalah satu dari jutaan pemuda Magetan yang tunakarya.

"Saya berkeinginan membudidayakan kedua jenis iguana ini selain bukan binatang dilindungi, iguana ini hampir sudah tidak ada lagi dialam liar," kata Gatot Suratno kepada Surya, Sabtu (19/12).

Gatot, membududayakan kedua jenis repril ini diteras depan rumahnya. Kesehariannya pemuda yang kini bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dari membudidayakan iguana ini.

Baca juga: Datang Langsung ke Pamekasan, Menkopolhukam RI Mahfud MD Jadi Imam Salat Jenazah Kakak Tertuanya

Baca juga: Persipura Jayapura Kritik Keras PSSI Soal Polemik Utusan Indonesia di AFC Cup 2021

Baca juga: Harga Tiket Masuk Pantai Balekambang, Ada Pura di Atas Tebing Seperti di Bali, Bisa Lihat Ikan-ikan

"Kegiatan saya keseharianya memberi makan reptil reptil ini juga memandikan. Kalau perawatannya ssngat gampang, makannya hanya buah sayur seadanya," kata Gatot Suratno kepada TribunJatim.com.

Dikatakan Gatot, untuk memasarkan iguana hasil budidayanya ini cukup di wilayah Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Ngawi.

"Penggemar iguana di wilayah Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Ngawi ini punya komunitas. Jadi kita gk perlu memasarkan dengan menawar nawarkan sampai ke Pasar Hewan," kata Gatot

Menurut Gatot, sepasang iguana bisa bertelur hingga puluhan telur, dari puluhan telur itu bisa panen hingga puluhan jutaan rupiah. Setiap anak iguana bisa di hargai antara Rp 700.000 - Rp 1.000.000 per ekor dengan umur sepekan.

" Ya kalau harga tergantung kesempurnaan fisik iguana. Kalau cacat, misal ekor putus sedikit harganya turun Rp 600 ribu/ekor, umur sepekan," katanya. (tyo/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved