Warga Mengeluh Harga Daging Ayam di Grogol Kediri Mengalami Kenaikan Jelang Natal dan Tahun Baru

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru harga daging ayam di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan dalam 2 minggu terakhir.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Farid Mukarrom
Saifudin penjual daging ayam di Pasar Gringging Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru harga daging ayam di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan dalam 2 minggu terakhir.

Seperti yang terjadi di Pasar Gringging Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri

Zulaikha (47) warga Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri pembeli di Pasar Gringging Grogol mengeluh harga daging ayam (boiler) mengalami kenaikan.

“Sekarang harganya 35 000 ada kenaikan sekitar 3 - 4 ribu sejak 10 hari terakhir saya belanja di sini,” ungkapnya Sabtu (19/12/2020).

Setiap hari Zulaikha berbelanja di Pasar Gringging dan membeli minimal 7 kg ayam (boiler) untuk kebutuhan usaha warung makan di rumahnya.

Baca juga: VIRAL TERPOPULER Pengakuan Pria Viral yang Berenang Pakai Galon - Kisah Horor Kondektur Bus Semarang

Baca juga: Bengkel Motor di Ponorogo Terbakar, Berawal dari Lilin yang Diletakkan di Atas Ari-ari Bayi

Ia mengaku sedikit ada keberatan dengan kenaikan harga daging ayam saat ini. 

“Kalau tak naikan harganya saya kehilangan pelanggan mas. Jadi mungkin saya kurangi saja porsi ayam yang tak jual,” keluh penjual nasi campur di Kecamatan Grogol

Perempuan berusia 47 tahun ini berharap segera ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Kediri seperti operasi pasar murah untuk mengatasi kenaikan harga daging ayam ini. 

“Sekarang musim pandemi warung juga sepi mas, pendapatan juga tak banyak. Kalau harga naik lama – lama yang punya usaha warung ini jadi rugi,” tuturnya.  

Sementara itu Saifuddin salah seorang penjual daging ayam di Pasar Gringging mengatakan saat ini harga jual ayamnya 34.000/ kg. 

Baca juga: VIRAL Wanita Dipoligami Suami Diam-diam dengan Sahabat Sendiri, Sempat Mau Cerai, Endingnya Beda

“Kenaikan ini baru beberapa hari terakhir mas sekitar 2 ribu rupiah, sebelumnya saya bisa jual 32.000,” ujarnya. 

Saifuddin juga mengaku dengan adanya kenaikan harga daging ayam ini juga mengurangi jumlah pembelinya.

“Kalau pembeli berkurang ya pasti ada, cuman tak terlalu banyak, alhamdulillah langganan saya masih setiap hari beli meski kadang mengeluh harga ayamnya naik,” katanya.

Penulis: Farid Mukarrom

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved