Perkembangan Baru Infeksi Covid-19, Hati-hati Pada Usia Muda, Tanda-tanda Sama di 17 Negara Dunia
Inilah gejala baru infeksi Covid-19 yang bisa ada kemungkinan menyerang orang usia muda, sudah tersebar di 17 negara dunia.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Mari waspadai gejala baru infeksi Covid-19 yang ternyata kini bisa menyerang individu muda.
Di tengah masa pandemi, masyarakat dunia harus tetap update perkembangan terbaru Covid-19.
Satu di antaranya hasil penelitian terkait gejala baru dari infeksi Covid-19 yang menyerang usia muda.
Menariknya, gejala baru dan tanda-tanda efek di tubuh manusia yang terinfeksi Covid-19 semakin berkembang.
Ada 17 negara juga alami hal serupa.
Satu tahun bergelut dengan pandemi Covid-19, dunia kembali diresahkan dengan kemunculan varian baru virus Corona yang terdeteksi pertama kali di Inggris.
Hanya butuh waktu kurang dari dua minggu sejak ditemukan kali pertama pada Selasa (15/12/2020), varian baru ini telah menyebar ke-17 negara di dunia.
Yang terbaru, Jordania melaporkan kasusnya pada Minggu (27/12/2020), di mana dua pasien yang datang dari Inggris terkonfirmasi membawa virus corona varian baru.
Selain Jordania, Jepang, Prancis, Spanyol, Swedia dan Kanada juga menemukan infeksi dengan varian virus corona yang berpotensi lebih menular tersebut.
Dikutip TribunJatim.com via Sosok.ID dari The New York Times, varian baru virus ini menyebabkan keresahan karena mampu menyebar dengan lebih cepat dibanding sebelumnya.
Penyebaran juga menyasar pada usia muda, berbeda dengan penyakit Covid-19 sebelum ditemukannya varian baru, dimana lebih berpotensi menularkan pada orang berusia tua.
Penyebaran varian yang cepat telah menyebabkan penguncian London dan Inggris selatan, memicu blokade dari beberapa negara di dunia.
Karena hanya sedikit negara yang memiliki tingkat surveilans genom seperti Inggris, ada kekhawatiran bahwa varian tersebut mungkin telah menyebar ke seluruh dunia tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu.
Sebuah studi baru-baru ini oleh para ilmuwan Inggris tidak menemukan bukti bahwa varian tersebut lebih mematikan daripada yang lain, tetapi diperkirakan 56 persen lebih menular.
Sejauh ini, varian Inggris telah didiagnosis pada tujuh orang di Jepang, kata kementerian kesehatan negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-dokter-ungkap-gejala-baru-infeksi-covid-19.jpg)