Jembatan Joyoboyo Baru Beroperasi Maret, Dewan Minta Pelaksana Proyek Diberi Sanksi
Warga Surabaya masih harus bersabar untuk bisa menikmati sensasi melintas di atas Jembatan Joyoboyo sebagai ikon baru Kota Pahlawan. Sebab baru
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga Surabaya masih harus bersabar untuk bisa menikmati sensasi melintas di atas Jembatan Joyoboyo sebagai ikon baru Kota Pahlawan. Sebab baru sekitar Maret 2021 besok jembatan cantik ini dioperasikan.
Schedule proyek infrastruktur kota ini lebih lama dari perencanaan semula. Mestinya, sesuai perencanaan jembatan dengan panjang 150 meter dan lebar 17 meter itu tuntas pada 7 Desember 2020.
Jembatan gantung penghubung Pulo Wonokromo dengan Gunungsari itu dikerjakan dengan menggunakan dana APBD senilai Rp 39,9 miliar. Namun hingga pergantian tahun masih belum tuntas sepenuhnya.
Baca juga: Evaluasi Pengamanan Tahun Baru 2021, Kapolres Malang: Tak Ada Kerumunan
"Hasil rapat kami dengan Dinas Cipta Karya, Maret baru tuntas dan dioperasikan. Masih perlu finishing sisa kerjaan ringan," kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono, Jumat (1/1/2021).
Komisi C DPRD bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) serta pihak kotraktor sudah menggelar rapat. Hasilnya memang masih banyak pekerjaan yang harus disempurnakan lagi. Komisi C minta agar pihak kontraktor diberi sanksi.
Semula jembatan itu akan diresmikan menjelang Tahun Baru. Sekaligus sebagai kado proyek infrastruktur saat berakhirnya masa jangan Wali Kota Tri Rismaharini yang lebih dulu ditarik menjadi Mensos. Komisi menolak karena pekerjaan belum sepenuhnya tuntas.
Yang dimaksud selesai total yakni tidak ada lagi kekurangan pekerjaan di lokasi proyek. Menurut Baktiono, masih ada beberapa pekerjaan yang belum tuntas. Misalnya, ornamen pada pagar jembatan. Konstruksi jembatan juga tidak rata di bagian tengah.
Selain itu, ada kabel lampu taman yang seharusnya ditanam tetapi dibiarkan di atas jembatan. Posisinya tidak rapi dan membahayakan. Jika diprosentase, pekerjaan jembatan itu baru 90 persen. Yang 10 persen merupakan tahapan finishing.
Pekerjaa finishing memang bukan termasuk pekerjaan besar. Yang dikerjakan merupakan pekerjaan minor. Namun, justru pada proses itulah waktu yang dibutuhkan lebih lama. “Karena itu menyangkut detail dan itu termasuk dalam kontrak kerja yang harus diselesaikan” kata Baktiono, Politisi PDIP.
Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo menambahkan bahwa proyek tersebut sudah molor dari target yang telah ditetapkan. Berdasarkan kontrak kerja, proyek jembatan itu seharusnya tuntas awal Desember. Namun, pihak pelaksana proyek mengajukan perpanjangan kontrak.
Pemkot berencana memberikan adendum. "Dulu perencanaannya bagaimana. Disayangkan kalau minta perpanjangan waktu lagi. Pemkot mestinya tegas," kara Agoeng.
Politisi Golkar ini pun mengecek sambil sepedaan ke lokasi. Dia menemukan besi pada jembatan yang hanya dilas di bagian sudut saja. Hal itu dinilai tidak sesuai dengan volume pekerjaan yang telah disepakati.
Dia merekomendasikan agar pelaksana proyek harus diberi sanksi agar tidak melakukan kesalahan yang sama. “Kalau sudah seperti itu jangan justru diberikan adendum," kata Agoeng.
Hingga saat ini masih ada kekurangan pembayaran yang belum diselesaikan. Nilainya sekitar Rp 5,8 miliar. Rencananya mau diselesaikan Maret besok. (Faiq)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/proyek-pengerjaan-jembatan-joyoboyo.jpg)