Wagub Jatim Emil Dardak Nyatakan Kesiapannya Divaksin Covid-19
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan kesiapannya jika harus menjadi salah satu orang pertama yang mendapatkan kesempatan untuk
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca datangnya vaksin covid-19 di Jatim sebanyak 77.760 dosis, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan kesiapannya jika harus menjadi salah satu orang pertama yang mendapatkan kesempatan untuk imunisasi Covid-19.
Hal itu ia sampaikan dalam wawancara di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Senin (4/1/2020). Ia juga mengajak agar masyarakat tidak perlu takut divaksin.
"Kita (pemerintah) nyuruh orang untuk divaksin masak kita nggak divaksin. Jadi itu sudah logis sekali lah itu," katanya Emil menjawab pertanyaan wartawan terkait kesiapan divaksin Covid-19.
Baca juga: Awal Tahun, Tambahan Kasus Covid-19 di Tuban Capai 128 Positif
Ia menegaskan bahwa pemerintah dalam menggalakkan vaksinasi covid-19 bukan tanpa adanya penelitian atau tanpa kehati-hatian. Sebaliknya, justru dikatakan Emil, pemerintah sangat hati-hati dalam hal vaksinasi Covid-19.
"Kita tau dalam preskon kemarin, saat ini sudah ada forum asosiasi profesional yang mewadahi dokter dan para pakar terkait imunisasi. Jadi ini (vaksinasi) dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga masuk hal yang akan dipantau," tegas Emil.
Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk mendengarkan pendapat resmi yang nantinya muncul dari asosiasi profesi yang resmi digelar oleh pemerintah.
Saat ditanya apakah Emil tak takut dengan dampak ikutan pasca vaksin yang sempat terjadi di negara lain, Emil menyebut bahwa ia tak takut dan mengajak masyarakat untuk lebih membuka wawasan.
"Kita membaca artikel tersebut. Tapi coba dibaca lebih detail lagi. Karena itu terjadi di negara lain dan dengan merk vaksin yang berbeda beda. Bukan hanya vaksin yang masuk ke Indonesia angkatan pertama ini. Dan ternyata itu adalah bawaan yang tidak ada kasualitas dengan vaksin," papar Emil.
Ia menegaskan bahwa penjelasan tersebut bukan statemen yang ia buat sendiri melainkan kutipan artikel berita, sehingga ia mengajak masyarakat agar di era media sosial seperti ini tidak hanya membaca judul artikel saja. Melainkan harus membaca secara keseluruhan agar mendapatkan informasi yang utuh.
"Ternyata dia ada riwayat tertentu dan tidak bisa dibuktikan bahwa vaksin memicu adanya peristiwa yang terkait. Jadi saya mengajak masyarakat untuk silahkan saja baca. Tapi percayalah pada para pakar. Pemerintah pun sudah melibatkan pakar pakar kesehatan dan imunisasi," tegas Emil.
Sebagaimana diketahui bahwa pagi ini vaksin Covid-19 sebanyak 77.760 dosis telah tiba di Jawa Timur dan tengah disimpan di ruang dingin Dinkes Jatim. Vaksin tersebut masih akan disimpan sampai ada EUA dari BPOM.
"Kita tunggu arahan Kemenkes dan BPOM mengenai kapan vaksin akan dimulai. Tapi di Jatim sekarang sudah ada 2.404 vaksinator. Ini akan ditambah sesuai arahan gubernur," tegas Emil.
(fz/fatimatuz zahroh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wakil-gubernur-jatim-emil-dardak.jpg)