Benarkah Vaksin Pejabat Beda dari Masyarakat? Najwa Shihab Soroti Jokowi, Menkes Tekankan Kecepatan
Vaksin pejabat ternyata berbeda dari masyarakat, isu tersebut akhirnya dibantah langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
"Dan Pak Jokowi?" timpal Najwa penasaran.
"Ya betul (termasuk Jokowi)," ungkapnya.
Menkes pun menerangkan bahwa semua yang berkaitan dengan vaksin prioritas utamanya adalah soal kecepatan.
Sebab, hingga saat ini diketahui kasus Covid-19 di Indonesia ada dalam angka yang mengkhawatirkan.
"Sekarang pertanyaannya vaksinnya bagus atau tidak? yang lebih baik merek apa? Saya tanya sama semua ahli epidemiologi, yang penting itu safetynya bagaimana dan hal itu sudah kelihatan di clinical trial pertama dan kedua."
"BPOM menyetujui atau tidak, apa yang ada itu harus cepat digunakan," jelas Budi Gunadi.

Budi mengingatkan, vaksinasi harus cepat dilakukan karena sekitar 150-200 jiwa melayang per hari di tengah Pandemi Covid-19.
"Satu bulan bisa mencapai 6 ribu jiwa meninggal. Kita mau tunggu 6 ribu jiwa mati tiap bulan untuk menunggu vaksin yang bagus? saya rasa tak manusiawi," papar Budi Gunadi.
Semua vaksin yang telah masuk clinical trial 3 dan masuk ke dalam list WHO maka keamanannya telah teruji.
Tak hanya itu, vaksin yang masuk ke Indonesia juga sudah disetujui BPOM, yang berarti semua merek sama saja.
"Yang paling cepat yang kita ambil," aku Budi Gunadi.
Sementara itu, pengedaran vaksin yang dijanjikan akan diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia saat ini sedang dalam proses perampungan oleh pemerintah.
Vaksin Sinovac menjadi vaksin yang diedarkan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Sebagai BUMN yang ditugaskan menyimpan dan menguji klinis vaksin tersebut, Bio Farma akhirnya membeberkan isi kandungan dari Vaksin Sinovac yang siap diedarkan ke 34 provinsi.