Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

PSBB Surabaya Raya

Ketua APPBI Jatim Nilai Surabaya Tidak Perlu PSBB: Terpenting Perketat Protokol Kesehatan

Ketua APPBI Jawa Timur Sutandi Purnomosidi sebut PSBB tidak perlu dilakukan di Surabaya: terpenting protokol kesehatan.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Hefty Suud
KOLASE SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur (Jatim) Sutandi Purnomosidi - Suasana di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur (Jatim) Sutandi Purnomosidi merespon kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, kebijakan tersebut sebaiknya tidak dipukul rata ke semua daerah, salah satunya di Surabaya.

Sutandi berpendapat, Surabaya bukan daerah yang berpotensi menjadi sentral penyebaran virus Corona ( Covid-19 ).

"Saat ini Surabaya dalam zona oranye. Jadi tidak bisa disamakan dengan kondisi di Jakarta," katanya, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: PSBB Surabaya Raya Bakal Diterapkan, Kadinkes Gresik Sebut Rumah Sakit Hampir Penuh

Baca juga: Pantas Sopir Chacha Sherly jadi Tersangka Kecelakaan, Penyebab Sebenarnya Dikuak Polisi, Lihat Nasib

Ia menuturkan bahwa perekonomian Surabaya sudah mulai pulih sehingga jika PSBB diberlakukan kembali, maka butuh waktu lama untuk recovery.

"Jakarta dan Surabaya kondisinya berbeda. Jakarta banyak gedung perkantoran yang merupakan kluster Covid-19. Situasinya berbeda dengan Surabaya," ia menegaskan.

Ia menyebut Covid-19 di Surabaya sangat terkendali.

Oleh karena itu peraturan PSBB seperti mal buka sampai pukul 19.00, kuota FnB 25 persen, dan peraturan WFH 75 persen tidak perlu dilakukan di Surabaya.

Baca juga: Adegan Syuting Terakhir Chacha Sherly Bak Pertanda?, Melaney Marah Sang Biduan Kelayapan, Gila Sih

Baca juga: Tak Ada Tempat Duduk Tanda Silang Saat PSBB Surabaya, Diganti Kursi Tunggal: Terbatas 25 Persen

"Saya mendapat masukan dari beberapa tenant khususnya FnB, salah satunya mengatakan jika kebijakan ini dilakukan maka akan ada 600 karyawan yang dirumahkan. Ini kan berarti ada pengurangan yang demikian signifikan," terangnya.

Menurut Sutandi, masyarakat kini sudah hidup berdampingan dengan virus Corona.

Oleh karena itu, yang terpenting adalah memperketat protokol kesehatan.

"Kita harus memutus rantai penularannya lewat memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurcahyanti

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved