Breaking News:

8 Pebulu Tangkis Indonesia Terlibat Pengaturan Skor, 3 Dihukum Seumur Hidup

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat dalam pengaturan skor pertandingan atau match-fixing demi uang

(DOK. BWF)
Logo BWF 

TRIBUNJATIM.COM - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat dalam pengaturan skor pertandingan atau match-fixing demi uang.

Menurut laporan BWF, kedelapan pemain itu terbukti melanggar regulasi terkait pengaturan skor, manipulasi, hingga perjudian dalam pertandingan bulu tangkis berdasarkan hasil investigasi dan wawancara pelaku.

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Thailand Open 2021, Live di TVRI

Baca juga: Kronologi Kevin Sanjaya Positif Covid-19, Sudah Rasakan Gejala Sejak Pertengahan Desember

"Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal dan berkompetisi di turnamen internasional level bawah di Asia hingga 2019, melanggar aturan integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, memanipulasi pertandingan, atau taruhan bulu tangkis," demikian pernyataan resmi BWF.

Kedelapan pebulu tangkis Indonesia tersebut adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.

BWF juga mengungkapkan tiga dari delapan pemain terbukti melakukan koordinasi pengaturan skor kepada orang lain.

Ketiga atlet itu, yakni Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto.

Sebagai akibat, ketiganya dilarang bertanding dan melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis selamanya.

Sementara itu, lima pemain lainnya dijatuhi hukuman skorsing antara enam sampai 12 tahun.

Bukan hanya diskors, kelimanya masing-masing didenda antara 3000 dolar AS (sekitar 42 juta rupiah) hingga 12000 dolar AS (168 juta rupiah).

Baca juga: Curhat Kevin Sanjaya Usai Terkonfirmasi Covid-19 dan Batal ke 3 Turnamen di Thailand

Baca juga: Profil-Biodata Kevin Sanjaya yang Positif Covid-19, Punya Kekayaan Fantastis, ini Jejak Prestasinya

Adapun, dari 8 pemain yang terlibat, nama Agripinna Prima Rahmanto Putra menjadi yang paling disorot.

Dia pernah menjadi tandem Marcus Fernaldi Gideon (yang sekarang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo) dan meraih prestasi pada era 2011-2012.

Duet keduanya berhasil menjuarai ajang Singapura Internasional 2011 dan Iran Fajr Internasional 2012.

Meski demikian, BWF memberikan hak kepada para atlet untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam tempo 21 hari sejak putusan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlibat Pengaturan Skor, 8 Pebulu Tangkis Indonesia Dihukum BWF "

Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved