Sehari Sebelum PPKM, Perhimpunan Driver Online di Surabaya Sampaikan Sebaris Pesan

Sehari jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur membagikan 300 masker

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Febrianto/Tribunjatim
Ilustrasi driver ojek online 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sehari jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur membagikan 300 masker, hand sanitizer dan makanan di sejumlah titik di Surabaya, Minggu sore (10/1/2021).

Yakni traffic light Jalan Adityawarman, traffic light Diponegoro, traffic light Raya Nginden, depan Cafe Prajurit Jalan Adityawarman, dan depan outlet Kopi Tiga Konglo di kawasan Hayam Wuruk.

Daniel Lukas Rorong, Humas PDOI Jawa Timur, mengatakan, aksi sosial ini sengaja digelar dalam rangka membantu masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Khususnya, kebiasaan penggunaan masker serta mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Baca juga: HUT  PDIP, DPC PDIP Lamongan Bagikan 48 Tumpeng untuk Korban Banjir

"Sasarannya tak hanya ojek online. Tapi juga sopir bemo, tukang becak, satpam, pedagang keliling dan pengendara motor yang melintas," ujar Daniel.

Daniel juga menghimbau kepada ojol agar selama PPKM, kebiasaan cangkruk di warung kopi atau bergerombol sembari menunggu orderan tidak lagi dilakukan.

"Khususnya pengemudi ojek online. Saya mengharap agar rekan-rekan tetap  senantiasa memakai masker selama menjalankan orderan, baik pengantaran orang maupun barang serta makanan," pesannya.

"Selain untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19  agar tidak lagi meluas, juga untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga di rumah," tegas Daniel.

Aksi sosial ini akan rutin dilakukan sampai 20 Januari 2021 mendatang dengan titik lokasi yang berpindah-pindah di wilayah Surabaya.

Sementara itu, Taufik, ojol asal Ketintang bersyukur saat menerima pemberian masker, hand sanitizer serta makanan.

"Alhamdulillah, maskernya bisa saya pakai bergantian," ujar Taufik yang sudah menjalani profesi ojol sejak 2016.
 

--

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved