Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Pasutri Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182, Pulang ke Ponorogo saat Ayahnya Meninggal Dunia
Sepasang suami istri dari Ponorogo menjadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Pipin Tri Anjani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sepasang suami istri dari Ponorogo menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Muhammad Nur Kholif dan Agus Minarni masuk kedalam manifest atau daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dinyatakan hilang Sabtu (9/1/2021) lalu.
Muhamad Nur Kholif dan Agus Minarni merupakan warga Mempawah, Kalimantan Barat.
Mereka berdua pulang ke Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Ponorogo untuk melayat ayah Nur Kholif yang meninggal dunia pada 24 Desember 2020 yang lalu.
Adik Nur Kholif, Abdul Hanif Majid Amrullah mengatakan kakanya sudah 20 tahun lebih kerja di Kalimantan Barat.
Baca juga: Postingan Terakhir Okky Pramugara Sriwijaya Air SJ 182 Bak Firasat? Bukan Foto Sendiri, Yaudah
Baca juga: YouTuber Faisal Rahman Korban Sriwijaya Air, Tata Liem: Tak Bisa Lagi Dihubungi, Foto Terakhir Viral
Mulai dari lulus kuliah hingga mendapatkan istri orang Kalimantan.
"Kami semua pulang ke Ponorogo karena bapak meninggal dunia. Mas Kholif tiba di Ponorogo pada tanggal 26 Desember," ucap Hanif.
Hanif mengatakan Kholif dan istrinya pulang ke Ponorogo selama sembilan hari sebelum memutuskan untuk pulang ke Mempawah.
"Kakak sudah merencanakam pulang ke Kalimantan bergiliran agak ibu tidak kesepian. Kakak dan istrinya pulang lebih dulu," lanjutnya.
Saat itu Kholif dan istrinya diantarkan sampai ke Madiun pada tanggal 4 Januari.
"Ia ingin mengejar pesawat agar masa berlaku rapid test antigen nya belum habis," ucap Hanif.
Baca juga: Allah Masih Sayang Aku Kisah Wanita yang Gagal Naik Pesawat Sriwijaya Air: Tes Swabnya Gak Berlaku
Baca juga: Beberapa Kecelakaan Pesawat yang Libatkan Boeing 737-500 Seperti Sriwijaya Air SJ 182
Namun ternyata kebijakan untuk naik pesawat sudah berubah. Yaitu harus menggunakan tes swab.
"Akhirnya menunggu hasil swabnya keluar selama tiga hari dan baru berangkat pada hari Sabtu," ucapnya.
Hanif tidak menyangka jika kakaknya menjadi korban dalam jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut.
Ia pertama mendapatkan kabar hilangnya pesawat tersebut dari berita melalui ponselnya pada sore hari.
"Saya hanya baca judulnya saja karena kakak itu tidak pernah naik Sriwijaya jadi saya abaikan," jelasnya.
Ia dan keluarganya di Ponorogo mendapatkan informasi pada petang hari seusai Maghrib bahwa Kholif dan istrinya menjadi korban dalam hilangnya pesawat tersebut.
Editor: Pipin Tri Anjani