Asisten Pelatih Persebaya Uston Nawawi Ingatkan Pemain Bahaya Bermain Tarkam
Mandeknya kompetisi nasional sejak pertengahan Maret lalu disinyalir jadi alasan sejumlah pemain ikut pertandingan antar kampung (tarkam)
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mandeknya kompetisi nasional sejak pertengahan Maret lalu disinyalir jadi alasan sejumlah pemain ikut pertandingan antar kampung (tarkam).
Melihat fenomena ini, asisten Pelatih Persebaya, Uston Nawawi mengaku pernah berada di kondisi serupa saat kompetisi nasional dibekukan pada tahun 2015 silam.
"Awal-awal vakum kompetisi 2015 saya pernah ikut tarkam," kata Uston Nawawi, Kamis (14/1/2021).
Baca juga: Vaksin Covid-19, Bupati Novi Bakal Menjadi yang Pertama Divaksin untuk Wilayah Kabupaten Nganjuk
Dia tidak memungkiri tarkam menjadi peluang paling mudah untuk para pemain profesional bisa mendapat pemasukan tambahan saat kompetisi resmi mandek total.
"Alasannya tentu untuk jaga kondisi dan menambah penghasilan. Kan waktu itu jadi pengangguran, miriplah kondisinya seperti sekarang," sambung Uston.
Namun, dari pengalaman tersebut, mantan pelatih Persebaya U-16 itu coba mengingatkan para pemain profesional mempertimbangkan risikonya.
Mengingat bermain tarkam sering diwarnai permainan keras dan kondisi lapangan yang kurang layak sehingga bisa saja membuat pemain mengalami cedera.
Bila cedera karena tarkam, tentu pemain harus menanggung sendiri resikonya.
"Saya bisa paham pilihan pemain ikut tarkam. Tapi kalau bisa ya cari yang lain saja. Karena untuk pemain profesional, tarkam banyak resikonya," jelas legenda hidup Persebaya ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pelatih-persebaya-surabaya-u-20-uston-nawawi-di-stadion-surajaya-lamongan.jpg)