Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Persela Lamongan

Harapan Kapten Persela Lamongan Jelang Rapat PT LIB dengan Perwakilan Klub Soal Nasib Kompetisi

Begini harapan Kapten Persela Lamongan Eky Taufik jelang rapat yang akan digelar PT LIB dengan perwakilan klub soal nasib kompetisi.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Dwi Prastika
via Kompas.com
Pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya (kanan) berebut bola dengan pemain Persela Lamongan, Eky Taufik pada Pekan ke 6 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/7/2019) sore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) akan menggelar rapat dengan perwakilan klub kontestan Liga 1 dan 2 untuk membahas nasib lanjutan kompetisi musim 2020 dan 2021.

Rapat ini akan digelar secara virtual pada Jumat (15/1/2021).

Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto berharap rapat itu akan memberi titik terang tentang kompetisi yang hingga saat ini statusnya tidak ada kepastian.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT LIB dalam keputusan terakhir, lanjutan kompetisi musim 2020 akan diputar bulan Februari 2021 mendatang.

Namun, akibat belum mendapat izin keramaian menggelar laga dari pihak kepolisian, kompetisi tak kunjung bisa bergulir.

Baca juga: Ingin Bertahan di Persela, Eky Taufik Bertekad Bawa Laskar Joko Tingkir Lebih Berprestasi

Baca juga: Tim Arema FC Akan Lakukan Tes Swab Covid-19 Terlebih Dulu Sebelum Gelar Latihan Kembali

"Harapan saya yang pasti untuk rapat PT LIB dan semua klub (besok) mendapat hasil yang bagus untuk semua," kata Eky Taufik pada TribunJatim.com, Kamis (14/1/2021).

Ditambahkan Eky, ia enggan terlalu pusing memikirkan apakah kompetisi musim ini melanjutkan kompetisi 2020 atau memulai kompetisi baru 2021.

Terpenting baginya segera ada kompetisi apapun title-nya. Pasalnya, sejak dihentikan bulan Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19, hampir satu tahun tak ada lagi laga resmi di tanah air.

"Penting liga kembali berjalan," kata Eky secara tegas.

Baca juga: Persebaya Merespons Ajakan Sriwijaya FC Uji Coba Stadion, Sebut Belum Dapat Pemberitahuan Resmi

Baca juga: Madura United Tetap Kukuh Usulkan Kompetisi 2020 Dihentikan pada Rapat Antaklub dengan PT LIB

Pemain 29 tahun itu meyakini, jika kompetisi semakin lama mandek, kemampuan pemain, juga prestasi sepak bola nasional ikut berdampak signifikan.

Itu belum dampak dari sisi ekonomi.

Selama masa penundaan, pemain mengalami pemangkasan gaji, terakhir hingga dipangkas 75 persen, atau hanya menerima gaji maksimal 25 persen dari kontrak awal.

Akibatnya, tidak sedikit pemain kontestan Liga 1 maupun 2 turun gunung ikuti turnamen antar kampung (tarkam).

Baca juga: Belum Disodori Kontrak Baru, Bek Persela Novan Setya Sasongko Masih Santai

Baca juga: Kontrak Habis, Manajemen Persebaya dan Anggota Tim Sepakat Bersabar Tunggu Hasil Rapat Exco PSSI

"Saya sudah kayak capek, masalah dan problemnya gak selesai-selesai, selalu sama kayak gini," ucap Eky dengan nada pelan.

"Tentu harapannya sebagai pemain, untuk kesejahteraan pemain benar-benar diperhatikan," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved