Breaking News:

PSI Menilai Angka Presidential Threshold Seharusnya Diturunkan: Semestinya Ada Rasionalitas

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebut angka presidential threshold seharusnya diturunkan: Semestinya ada rasionalitas.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ketua Bidang Infrastruktur dan Keanggotaan DPP PSI, Yusuf Lakaseng, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai angka presidential threshold selaiknya diturunkan.

PSI menilai angka ambang batas persentase partai untuk bisa mencalonkan presiden yang mencapai 20 persen terlampau tinggi.

"Seharusnya ada rasionalitas. Kami bertanya-tanya, angka 20 persen itu dari mana?" kata Ketua Bidang Infrastruktur dan Keanggotaan DPP PSI, Yusuf Lakaseng, di Surabaya, Jumat (15/1/2021).

Yusuf Lakaseng menyebut sudah seharusnya setiap partai peserta pemilu memiliki kewenangan yang sama untuk mengusung calon presiden.

"Mengapa? Sebab, peraturannya yang berhak mengusung calon adalah partai politik," tegas Yusuf Lakaseng yang juga Ketua DPD PSI Surabaya ini.

Menurutnya, presidential threshold hanya akan membatasi jumlah pasangan calon presiden. Hal ini juga akan berdampak jangka panjang, termasuk mempengaruhi kualitas demokrasi.

Baca juga: Golkar Jawa Timur Ungkap Rahasia Strategi Kemenangan Para Kandidat di Pilkada Serentak 2020

Baca juga: PDI Perjuangan Jatim Tanam Pohon dan Bersih-bersih Sungai pada Peringatan HUT Partai ke-48

"Misalnya di 2019, yang mana terjadi pembelahan pendukung dengan cukup kuat. Akibatnya masyarakat mengalami gesekan yang sepertinya masih kita rasakan hingga saat ini," katanya.

Sekalipun demikian, Yusuf Lakaseng juga memberikan sikap atas penolakan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan Rizal Ramli.

Gugatan ini terkait judicial review UU Pemilu tentang ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved