PMI Kediri Terima Perdana Plasma Konvalesen dari Penyintas Covid-19
PMI Kota Kediri terima donor Plasma Konvaselen untuk Covid-19 pada Rabu (20/1/2021).
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Farid Mukarrom | Editor : Yoni iskandar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri terima donor Plasma Konvaselen untuk Covid-19 pada Rabu (20/1/2021).
Donor Plasma Konvalesen ini sebelumnya sudah melalui tahapan syarat yang sudah ditetapkan.
Salah seorang pendonor plasma ini merupakan bagian dari 50 orang penyitas Covid-19 yang sudah mendaftarkan diri ke PMI Kota Kediri.
Kepala Unit Tranfusi Darah PMI Kota Kediri dr Ira Widyastuti menjelaskan bahwa pihaknya sudah memiliki alat untuk melakukan donor Plasma sejak bulan Agustus 2020.
"Kami kemudian pada September melakukan geriliya hingga Januari 2021 dan sudah ada 50 penyitas Covid-19. Kemudian dari 50 penyitas Covid-19 hanya ada 1 yang memenuhi syarat," ucapnya di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri Rabu (20/1/2021).
Baca juga: Resmi Dihentikan, PSSI Putuskan Kompetisi Musim 2020 Tanpa Status Juara
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Donor Plasma Konvalesen, Signifikan untuk Selamatkan Nyawa Pasien Covid-19
Baca juga: Cara Mudah Transfer Pulsa Telkomsel di MyTelkomsel atau via UMB *858#, Ini Syarat dan Ketentuannya
Salah satu syarat utama menjadi donor Plasma ini adalah mereka yang pernah mengalami gejala Covid-19 baik mulai sedang hingga berat.
"Pertama ini umur 18 - 60 Tahun (apabila wanita yang belum pernah hamil), Berat badan minimal 55 kg, Pernah di Diagnosis sebagai Pasien Covid-19 dengan hasil Positif," katanya .
Sementara itu pendonor plasma konvalesen ini adalah Heru Sutopo warga Kampung Dalem Kecamatan Kota Kediri.
Sejak awal ia berjanji jika sembuh dari Covid-19, dia akan menjadi pendonor.
"Saya dinyatakan positif Covid-19 pada 23 Desember 2020 lalu dan dinyatakan sembuh pada 4 Januari lalu. Pada saat sakit saya berjanji jika sembuh akan melakukan donor plasma," tuturnya kepada TribunJatim.com.
Masih kata Heru bahwa kunci kesuksesan dalam penyembuhan Covid-19 adalah menjaga stres.
"Awalnya saya juga stres saat tahu pertama positif Covid-19. Namun saya coba menjaga pikiran saya agar tidak stres dan memaksa untuk makan," tutupnya kepada TribunJatim.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-kediri-donor-plasma-konvaselen-pertama-di-kota-kediri-rabu-2012021.jpg)