Jadi Rujukan Pasien Covid 19, Kapasitas RS Lapangan Idjen Boulevard Capai 90 Persen

Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan menjadi rujukan pasien Covid 19, kapasitas bed isolasi di sejumlah rumah sakit

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
rumah sakit rujukan Idjen Boulevard Malang 

Reporter: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan menjadi rujukan pasien Covid-19, kapasitas bed isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan hampir penuh. Seperti di Rumah Sakit (RS) Lapangan Idjen Boulevard, dimana tercatat telah terisi sebanyak 90 persen dari total kapasitas yang tersedia saat ini.

"Okupansi kami 90 persen, dimana dari 232 bed, sudah terisi 217 bed. Penyebabnya karena pasien terkonfirmasi positif Covid 19 dengan gejala ringan atau OTG (Orang tanpa Gejala), semakin banyak. Nanti akan kami tambah lagi, karena kapasitas maksimalnya sebanyak 306 bed,” ujar Koordinator Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard Kota Malang, Heri Susanto kepada TribunJatim.com, Minggu (24/1/2021).

Dirinya menjelaskan berdasarkan rata - rata data harian yang masuk, sebanyak puluhan pasien Covid 19 yang memiliki gejala berat telah dirujuk ke RS rujukan. Bahkan beberapa hari ini terjadi peningkatan.

Baca juga: Prediksi Paylater Bakal Ngetrend di 2021, Kredivo Hadirkan Bunga Terendah dan Jangkauan Terluas

"Rata - rata harian pasien yang dirujuk ke RS Lapangan antara 20 sampai 40-an orang. Itu terjadi pada hari - hari terakhir, antara dua sampai tiga hari terakhir ini," terangnya.

Dirinya juga menerangkan, RS Lapangan Idjen Boulevard hanya memiliki satu ruangan HCU (High Care Unit). Dan belum ada rencana untuk penambahan HCU.

"Untuk HCU, kami hanya memiliki satu ruangan saja. Sebab (menambah jumlah HCU) tidak sesederhana menambah bed. Karena SDM dan lain - lainnya perlu dipertimbangkan," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan ruangan HCU memiliki beberapa fungsi utama, salah satunya yakni untuk penanganan terhadap pasien yang kejang dan butuh oksigen serta membutuhkan terapi injeksi.

"Hal itu dilakukan untuk menekan kondisi pasien (yang dirujuk) agar tidak sampai gejala berat. Dalam satu ruangan HCU, dapat menampung maksimal 18 orang. Dan HCU kami selalu penuh terus," tambahnya.

Heri Susanto juga menambahkan, mendeteksi pasien yang masuk dalam kategori gejala berat untuk dirawat di HCU, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Sesuai dengan Permenkes, jadi ada gejala - gejala mulai dari klinis, penunjang, lab - nya, evaluasi dan lain - lainnya," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Covid 19 Kota Malang, selama tanggal 17 Januari hingga 23 Januari 2021, tercatat ada tambahan sebanyak 329 pasien terkonfirmasi positif, sehingga jumlahnya menjadi 4.926 orang.

Sementara untuk pasien meninggal dunia, bertambah 21 orang sehingga jumlahnya menjadi 450 orang. Sedangkan untuk pasien sembuh bertambah sebanyak 329 orang sehingga jumlahnya menjadi 4.104 orang.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved