Breaking News:

Disdik Pamekasan Perpanjang Sistem Pembelajaran dari Rumah hingga 30 Januari 2021

Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Madura memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Dari Rumah (BDR)

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
ILUSTRASI Belajar dari rumah. 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Madura memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Dari Rumah (BDR).

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Akhmad Zaini mengatakan, BDR ini diperpanjang sejak 18 Januari 2021.

Nantinya, BDR tersebut akan berakhir pada 30 Januari 2021 sembari menunggu kesiapan satuan pendidikan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Menurut dia, BDR ini diterapkan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tanggal 20 November 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021.

Baca juga: Polres Ponorogo Bekuk Spesialis Pembobol ATM, Pelaku Gunakan Senar dan Call Center Palsu

Selain itu, juga mengacu terhadap surat keputusan panduan penyelenggaraan proses pembelajaran tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Kata Akhmad Zaini, proses pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2020/2021 sudah dimulai sejak Senin 4 Januari 2021.

Namun, sedari 4 Januari 2021 hingga 16 Januari 2021, seluruh peserta didik di satuan pendidikan baik formal dan non formal mulai dari tingkatan Paud, TK, SD, SMP wajib melaksanakan proses Pembelajaran Dari Rumah (BDR).

Dan, BDR itu, saat ini kembali dilakukan perpanjangan hingga 30 Januari 2021.

"Kalau pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakan tugas di kantor dan sekolah sesuai ketentuan jadwal yang berlaku dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Akhmad Zaini kepada TribunMadura.com, Senin (25/1/2021).

Kepala Dinas yang akrab disapa Zaini ini juga memerintahkan kepada Guru dan Kepala Sekolah di Pamekasan agar membuat laporan hasil proses BDR yang disampaikan kepada Dinas Pendidikan setempat melalui Pengawas dan Penilik sesuai wilayah masing-masing.

Ia juga meminta kepada setiap Kepala Sekolah agar terus memantau perkembangan Covid-19 di satuan pendidikan masing-masing dan segera melaporkan setiap kejadian terkait warga sekolah.

"Jangan lupa juga tingkatkan kewaspadaan dengan pencegahan, dan meningkatkan kuantitas dan kualitas sarpras dan pendukung lainnya untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19," peringatnya.

Zaini juga memastikan, BDR ini akan terus dievaluasi seiring dengan memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di kabupaten setempat.

Ia mengaku tidak ingin, lembaga pendidikan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved