Breaking News:

Heboh Pasien Covid-19 di RSI Garam Kalianget Diambil Paksa, Ini Kata Satgas Covid-19 Sumenep

Insiden pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSI Garam Kalianget oleh keluarganya ditanggapi serius oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Istimewa/TribunJatim.com
Pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Madura 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Insiden pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSI Garam Kalianget oleh keluarganya ditanggapi serius oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep.

"Terkait dengan insiden kemaren di RSI Garam Kalianget, kita pahami bersama situasi dari pasien Covid-19," kata Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya pada hari Senin (25/1/2021).

Pihaknya mengaku, sangat menyayangkan kejadian yang menghebohkan warga Sumenep ini hingga pasien janazah tersebut menolak untuk dilakukan secara protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: Viral di Medsos, Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa Keluarganya di RSI Garam Kalianget Sumenep

"Ada aturan yang harus kita taati bersama," katanya.

Ferdiansyah Tetrajaya menjelaskan, jika pasien berinisial S (47) ini dibenarkan jika memang masuk di RSI Garam Kalianget pada tanggal 11 Januari 2021.

Kemudian tanggal 12 Januari 2021 dilakukan sweb dan jelas hasilnya pasien tersebut positif Covid-19.

"Sehingga terhadap pasien tersebut dilakukan protokol kesehatan yang ada. Namun sepanjang perawatan selama dua minggu, kondisi yang bersangkutan itu tidak stabil dan tidak mungkin dilakukan isolasi mandiri. Sehingga dilakukan perawatan di RSI Garam Kalianget," katanya.

Pada akhirnya kata Ferdiansyah Tetrajaya, yang bersangkutan dalam kindisi yang tidak stabil, dan akhirnya meninggal di RSI Garam Kalianget.

"Sehimgga ketika akan dilakukan protokol kesehatan, pihak keluarga kurang berkenan terhadap itu. Kita pahami, tapi mari kita hirmati semua terhadap ketentuan protokol kesehatan, agar semua masyarakat terlindungi," katanya.

"Kita patut menyayangkan insiden tersebut, dan ini semuga tidak terjadi lagi di kemudian hari," harapnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved