Breaking News:

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Warga Cerme Gresik Ditemukan Tewas

Tidak keluar rumah selama tiga hari, seorang warga di Kecamatan Cerme ditemukan tewas. Kondisi jasad perempuan itu kondisinya mengenaskan

istimewa
ilustrasi warga Cerme, Gresik tewas 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tidak keluar rumah selama tiga hari, seorang warga di Kecamatan Cerme, Gresik ditemukan tewas. Kondisi jasad perempuan itu kondisinya mengenaskan, terbaring di tanah dengan bau busuk menyengat.

Korban diketahui bernama Muslah (58) warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme. Korban ditemukan meninggal di belakang rumahnya pada Selasa (26/1/2021) pagi oleh tetangganya sendiri, yang curiga karena korban tidak beraktivitas seperti biasa selama berhari-hari.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jasadnya diperkirakan sudah berusia lebih dari satu hari,  membengkak dan mengeluarkan bau busuk dengan wajah membiru.

Kapolsek Cerme AKP Nur Amin mengungkapkan, jasad perempuan yang tinggal seorang diri itu pertama kali ditemukan oleh seorang tetangga bernama Karniti. Saksi berniat ingin melihat kondisi korban yang sudah tiga hari tidak keluar rumah.

Baca juga: Malam Ini Vaksin Covid-19 Dijadwalkan Tiba di Ponorogo: Bupati, Kapolres, Dandim Tak Ikut Vaksinasi

"Saat membuka pintu rumah korban, tercium bau busuk. Kemudian saksi mendekati bau tersebut dan melihat korban sudah meninggal dunia di belakang rumah dalam kondisi terlentang," ucapnya.

Karniti syok melihat tetangganya meninggal dalam kondisi membusuk. Sambil menutup hidung, dia langsung keluar berteriak mencari pertolongan dari warga sekitar.

Mendengar teriakan minta tolong, warga berdatangan dan melihat kondisi jasad korban mengeluarkan bau busuk. Peristiwa ini membuat warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cerme.

Mayat wanita paruhbaya tersebut langsung dievakuasi. Dari hasil visum luar, wajah korban sudah dalam kondisi membusuk, perutnya membuncit dan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Sesuai keterangan keluarga dan warga sekitar, korban dalam memiliki gangguan jiwa," pungkasnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban tidak menginginkan untuk dilakukan autopsi. Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk dimandikan dan disucikan untuk dimakamkan. (wil)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved