Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Bagi Cold Storage ke 5 Kelompok Masyarakat

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono membagikan cold storage atau gudang beku berkapasitas 20-50 ton

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Danendra Kusuma
Menteri Kelautan dan Perikanan bagi gudang beku berkapasitas 20-50 ton 

Reporter: Danendra Kusuma | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono membagikan cold storage atau gudang beku berkapasitas 20-50 ton.

Bantuan tersebut diberikan kepada 5 kelompok masyarakat di 5 lokasi, yaitu Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Subang dan Kabupaten Sukabumi.

Bantuan ini merupakan bagian dari stimulus penanggulangan dampak ekonomi Covid-19. Sekaligus upaya menghindari penurunan kualitas dan harga ikan yang drastis di tingkat nelayan atau pembudidaya.

Baca juga: Kemendagri Ingin Pilkada Tetap Dilaksanakan di 2024, Simak Alasannya

"Tujuannya untuk menjamin tersedianya pasokan bahan baku bagi UMKM pengolahan ikan sekaligus konsumsi ikan," ujar Menteri Trenggono saat penyerahan secara simbolik secara daring, Jumat (29/1).

Ia berharap, melalui sarana penyimpanan beku ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kelebihan produksi saat musim puncak.

Selain itu, menjaga harga agar tetap stabil di tingkat nelayan serta dapat menjamin ketersediaan ikan pada saat musim paceklik.

"Pemberian bantuan stimulus ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal. Sehingga
kapasitas berusaha, kualitas dan kuantitas bahan baku terjamin untuk industri pengolahan dan perikanan," terangnya.

"Dengan demikian pula diharapkan dapat menguatkan dan meningkatkan peranan UMKM sektor kelautan dan perikanan sekaligus membangun rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan ke depan," tambahnya.

Direktur Logistik Ditjen PDSPKP KKP, Innes Rahmania mengatakan dari hasil survei meski Bondowoso bukan wilayah pantai, namun memiliki fasilitas pasar ikan khusus pindang yang menjadi salah satu pasar ikan terbesar di Jawa Timur. Pasar tersebut terletak di Kelurahan Kota Kulon.

Kuta Kulon menjadi tempat pertemuan para pedagang besar ikan pindang dari berbagai kota di Jawa Timur, di antaranya Jember, Situbondo, dan Banyuwangi.

"Kami memberanikan diri meletakkan cold storage di Bondowoso. Kami berharap banyak dengan adanya cold storage bisa menjangkau lebih luas dan daya awet ikan pun lebih lama," ungkapnya.

Adapun penyerahan bantuan untuk Kabupaten Bondowoso diberikan kepada Koperasi Pondok Pesantren Al-Ishlah, dengan kapasitas sebesar 50 ton dan ABF kapasitas 4 ton.

Pemimpin Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, KH. Thoha Yusuf Zakariya menjelaskan secara kontinuitas pihaknya akan menyuplai bahan baku kepada masyarakat maupun UMKM dan UKM pemindang.

"Kami akan menjalin kerjasama dengan industri pemindang," pungkasnya. (nen)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved