Abdul Hamid Mahmud Wafat

Sekda Kota Malang Melayat, Kenang Sosok Almarhum Abdul Hamid Mahmud 'Tokoh Ideal'

Sekda Kota Malang, Wasto melayat ke rumah duka Abdul Hamid Mahmud wafat. Sebut Almarhum merupakan seorang pejuang.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Mobil ambulans yang akan membawa jenazah almarhum Brigadir Jenderal (Purn) TNI Abdul Hamid Mahmud, telah siap di rumah duka, Minggu (31/1/2021). 

Reporter: Kukuh Kurniawan | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Brigadir Jenderal (Purn) TNI Abdul Hamid Mahmud wafat di usia ke 79, Minggu (31/1/2021) pagi.

Almarhum merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) dan mantan Bupati Malang.

Abdul Hamid wafat pada pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Panti Nirmala, Kota Malang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Innalillahi Abdul Hamid Mahmud Wafat, Sosok Bupati ke-15 di Kabupaten Malang

Baca juga: 7 Sumber Kekayaan Lesty Kejora di Usia Muda yang Jarang Tersorot, Malah Mengaku Isi Saldo ATM Kosong

Hingga saat ini, rumah duka almarhum yang berada di Jalan Kalimosodo No. 12 Kota Malang terus didatangi para pelayat.

Sekda Kota Malang, Wasto tampak melayat ke rumah duka.

Dirinya mengungkapkan cukup kenal dengan almarhum.

"Saya cukup kenal dengan almarhum, apalagi anaknya juga bekerja di Pemkot Malang. Almarhum merupakan seorang pejuang baik militer maupun pemerintahan daerah pada masanya. Sehingga warna pembangunan di Kabupaten Malang dan Jawa Timur, salah satunya adalah kontribusi dari pemikirannya," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: 8 Hari Terakhir PPKM di Jatim, Penegakan Prokes Ditingkatkan: Target 9 Februari Kasus Covid-19 Turun

Baca juga: Ribuan Nakes di Surabaya Vaksinasi Covid-19 Serentak Hari Ini, Kegiatan Dihadiri Wamenkes RI

Dirinya pun mengungkapkan, bahwa almarhum juga telah memberikan kontribusi kepada Kota Malang.

"Untuk pengabdiannya di Kota Malang, lebih ke koordinasi dan perencanaan makro Jatim. Karena dulu beliau merupakan wakil Gubernur Jawa Timur, sehingga konsep makro dalam pembangunan Jatim, juga ada pemikiran dari beliau," jelasnya.

Wasto juga mengaku, bahwa almarhum merupakan sosok yang disiplin serta familier.

"Beliau orangnya disiplin, familier, dan solidaritas. Ia adalah sosok tokoh ideal pada masanya," jujurnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya  juga memberikan pesan kepada keluarga almarhum.

"Saya berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan, ini insyallah terbaik untuk semuanya. Perencanaan Allah lebih baik daripada perencanaan manusia. Sehingga mau tidak mau, keluarga harus mengikhlaskan dan harus tabah," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved