Breaking News:

Edarkan Sabu di Nganjuk, Dua Tersangka Pengedar Asal Kediri dan Surabaya Disergap Polisi

Dua orang pengedar narkotika jenis sabu asal Kediri dan Surabaya diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk

Ilustrasi sabu-sabu di Nganjuk 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dua orang pengedar narkotika jenis sabu asal Kediri dan Surabaya diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Masing-masing DH (36) asal Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, dan RA (23) asal Kelurahan Panjang Jiwo Kecamatan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, dari tangan kedua tersangka pengedar sabu dari luar Kabupaten Nganjuk tersebut diamankan barang bukti sabu dalam plastik klip seberat 0,47 gram, seperangkat alat hisap, pembungkus sabu, handphone, dan satu unit sepeda motor sebagai sarana transaksi sabu.

Baca juga: Pemerintah Anggap PPKM Tak Efektif, Pemkot Surabaya Bakal Dirikan Posko Pantau di Pasar Tradisional

"Kedua tersangka pengedar sabu beserta barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut," kata Rony Yunimantara, Senin (1/2/2021).

Penangkapan terhadap dua orang tersangak pengedar sabu tersebut, dikatakan Rony Yunimantara, berdasar informasi dari masyarakat yang resah oleh aktifitas kedua tersangka yang mengedarkan sabu-sabu di wilayah Warujayeng Nganjuk. Informasi tersebut dilakukan tindaklanjut dengan penyelidikan tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari hasil penyelidikan, ungkap Rony Yunimantara, diketahui siapa pelaku pengedar sabu yang meresahkan warga tersebut. Tim Rajawali 19 langsung melakukan penyergapan terhadap dua tersangka pengedar. Seorang tersangka DH disergap tim Rajawali 19 di salah satu warung lingkungan Stadion Desa Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Dari penggeledahan yang dilakukan terhadap tersangka DH didapatkan barang bukti sabu dalam plastik klip dan seperangkat alat hisap sabu yang ada dirumahnya.

"Kepada petugas, tersangka DH mengaku mendapatkan sabu dari tersangka RA asal Kota Surabaya," ucap Rony Yunimantara.

Tim Rajawali 19 Satresnarkoba, menurut Rony Yunimantara, langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka RA yang berhasil disergap di salah satu warung di Desa Ngetrep Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Dari tangan tersangka RA diamankan barang bukti handphone sebagai sarana transaksi sabu-sabu. Dan tersangka RA mengaku mendapatkan sabu dari temanya di Kota Surabaya.

"Saat ini. tim Rajawali 19 masih melakukan pengembangan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Nganjuk yang dilakukan oleh para pengedar dari luar daerah tersebut," tandas Rony Yunimantara.

Dan untuk para tersangka pengedar sabu, tambah Rony Yunimantara, terancam dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Tersangka pengedar sabu tersebut terancam hukuman hingga 20 tahun penjara," tutur Rony Yunimantara. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved