Breaking News:

Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSI Garam Kalianget Sumenep Berlanjut

Kasus nekat ambil paksa jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget, Sumenep Madura diambil oleh keluarganya pada Minggu (24/1/2021)

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Tim Satgas Penanganan Covid-19 saat melakukan sterilisasi di rumah jenazah pasien Covid-19 yang diambil paksa keluarganya di RSI Garam Kalianget, Sumenep, Senin (25/1/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Kasus nekat ambil paksa jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget, Sumenep Madura diambil oleh keluarganya pada Minggu (24/1/2021) lalu masih berlanjut.

Jenazah diketahui berinisial S (47) asal Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, jika insiden yang menggegerkan warga kota keris ini masih berlanjut dan dalam pemeriksaan polisi.

"Iya (lanjut)," kata AKP Widiarti Sutioningtyas saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Senin (1/2/2021).

Perkembangan kasus ini katanya, masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi peristiwa jemput paksa jenazah pasien Covid-19 di RSI Garam Kalianget, Sumenep.

"Kita masih melakukan pemeriksaan keluarga terlapor," kata mantan Kapolsek Kota Sumenep.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Sopir Taksi Online Pasuruan, Pelaku Beber Kejadian Hendak Merokok: Terpaksa

Baca juga: Cuaca Ekstrim, Semua Pelayaran Antar Pulau di Sumenep di Tangguhkan

Baca juga: Nasib Sial James & Angel Seusai 3 Kali Dilabrak Selingkuh, Istri Beri Pesan Menohok: Pilih Jadi Ratu

Data yang diterima media ini, sedikitnya 26 nama identitas warga yang diduga terlibat pada insiden jemput paksa jenazah bernama S (45) asal Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi tersebut.

Bahkan terbaru, ada penambahan 9 orang saksi yang sudah diperiksa kembali dalam perkembangan kasus yang menggegerkan tersebut.

Sebelumnya diketahui, aksi ambil paksa jenazah Covid-19 di RSI Garam Kalianget Sumenep pada Minggu (24/1) berbuntut panjang. Ada 28 warga yang di-rapid antigen.

Rapid antigen digelar di Balai Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi Sumenep.

Meski sempat menolak saat itu, warga akhirnya mau menjalani rapid antigen untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pj Kepala Desa Nambakor, Bambang Risdiyanto mengatakan, pihaknya mengundang 26 warga yang terlibat dalam aksi ambil paksa jenazah COVID-19 tersebut.

"Kami sudah mengundang 26 warga datang ke balai desa untuk dilakukan tes rapid antigen," kata Bambang pada hari Rabu (27/1/2021).

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved