Dani Pedrosa Bagikan Cara Pembalap MotoGP Adaptasi Saat Wet Race

Mantan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa membagikan cara pembalap MotoGP melakukan adaptasi saat adu kecepatan di lintasan basah atau wet race

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
(JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)
Jack Miller saat berlaga di MotoGP Le Mans. 

Editor : Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM - Mantan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa membagikan cara pembalap MotoGP melakukan adaptasi saat adu kecepatan di lintasan basah atau wet race.

Idealnya memang balapan MotoGp digelar dalam kondisi lintasan yang kering, sehingga para pembalap bisa memacu kuda besi secara maksimal.

Namun, lain cerita saat pembalap dihadapkan dengan cuaca hujan yang membuat lintasan menjadi basah.

Alhasil dalam kondisi tersebut, tim pembalap harus melakukan sejumlah penyesuaian atau adaptasi. Tidak cuma pembalapnya saja, tapi motor juga harus disesuaikan.

Penyesuaian extra memang diperlukan saat balapan di lintasan basah karena wet race memiliki resiko berlipat. Hal tersebut diakui oleh sejumlah pembalap, termasuk Dani Pedrosa.

"Di wet race, perbedaan utamanya cukup jelas. Anda harus bisa membalap lebih halus, dengan kemiringan yang lebih rendah, lebih hati-hati dengan gas, dan khususnya dengan rem. Tapi, tidak berarti Anda tidak bisa melaju sangat kencang," ujar Dani Pedrosa, dikutip dari Boxrepsol.com.

Saat balapan di lintasan kering, batasannya hanya ada dua, motor yang digunakan sepanjang akhir pekan dan diri sendiri.
Tapi, ketika wet race, batasan tersebut jadi tidak jelas, dan di situlah letak risikonya.

"Ban depan yang paling penting dalam kondisi basah, karena itu yang memberikan Anda percaya diri," kata Pedrosa.

Pedrosa menambahkan, hilangnya traksi pada ban belakang juga sering terjadi. Sebab, Anda tidak pernah tahu batasan seberapa besar gas harus dibuka sampai Anda merasa takut.

Untuk itu, elektronik memainkan peran yang sangat penting dalam kondisi tersebut. Sehingga, respons mesin bisa disesuaikan, dibuat lebih halus, dan dengan distribusi tenaga yang lebih progresif.

Kontrol traksi adalah salah satu komponen elektronik yang sangat berpengaruh.

Fitur ini yang membantu pebalap mengontrol reaksi motor di saat kondisi trek tidak memberikan grip yang bagus atau sering tergelincir.

Pengereman tak kalah penting dalam kondisi wet race.

Sebelumnya, saat kondisi trek basah, motor MotoGP akan menggunakan rem cakram dari baja. Sebab, rem karbon tidak dapat bekerja dengan baik dalam temperatur rendah karena terkena air.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved