Komunitas Oleng-oleng Kediri Sediakan 30.000 Bibit Tanaman Gratis untuk Jaga Keseimbangan Alam
Jaga keseimbangan alam, Komunitas Oleng-oleng Kediri menyediakan 30.000 bibit tanaman yang ditanam di hutan secara gratis.
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Komunitas Oleng-oleng Kediri menyediakan 30.000 bibit tanaman untuk ditanam demi menjaga kelestarian hutan.
Hal itu karena dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pembalakan liar di hutan masih masif terjadi di Kabupaten Kediri, khususnya area lereng Gunung Kelud.
Akibatnya, terjadi banjir bandang di Desa Besowo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, pertengahan Januari 2021 lalu.
Komunitas Oleng-oleng Kediri pun melakukan penanaman bibit pohon di area hutan yang sudah gundul setiap minggu.
Ketua Komunitas Oleng-oleng Kediri, Heri Deka mengatakan, telah menyediakan 30.000 jenis bibit tanaman untuk ditanam kembali di area hutan gundul secara gratis.
Heri menuturkan, ide tersebut berawal dari keresahan warga sekitar Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, yang mengalami kekurangan air saat musim kemarau.
• Wali Kota Abdullah Abu Bakar Kumpulkan Pawang Air untuk Cegah Banjir di Kota Kediri
• Puluhan Pedagang dan Pengunjung Pasar Legi Kota Blitar Ikuti Rapid Test Massal, 9 Orang Reaktif
"Mereka ingin membentuk kelompok yang peduli bersama antara masyarakat hulu dan hilir. Yakni masyarakat pemilik sumber air, dan masyarakat penerima manfaat sumber air," jelasnya pada TribunJatim.com, Sabtu (6/2/2021).
Ada puluhan jenis bibit tanaman yang disediakan oleh Komunitas Oleng-oleng Kediri, seperti trembesi, mahoni, karet, kepuh, cangkring, beringin, randu, hingga kemiri.
"Kalau untuk jumlah sudah 20.000 tanaman yang ada. Untuk yang sudah tersalur (ditanam di hutan sungai) total ada 10.000 tanaman," imbuhnya.
• Satpol PP Kota Malang Imbau Masyarakat Tak Bongkar Segel Larangan Duduk di Bangku Taman
• Atasi Genangan Air di Sejumlah Jalan Kota Kediri, Pemkot Mulai Bersihkan Saluran Drainase
Selain menyediakan tanaman gratis, Komunitas Oleng-oleng juga membantu menyediakan tenaganya untuk melakukan penanaman bibit pohon di area hutan yang gundul.
"Untuk penanaman yang di luar jangkauan kita (luar Kediri) kita siap berikan jasa tanaman dan tenaga gratis, asalkan ada yang mau merawatnya. Seperti kemarin ada permintaan untuk penanaman di Trenggalek dan Yogyakarta dengan menyediakan MOU antara kami dengan komunitas lingkungan lain," jelas Heri.
Heri menjelaskan, untuk umur bibit pohon yang hendak ditanam di area hutan gundul minimal berusia 6 bulan.
"Karena setiap daerah yang hendak ditanam bibit ini berbeda-beda. Seperti tanaman di bantaran sungai dengan di sumber air ini jenis tanaman dan usianya juga beda," ungkap Heri.
• Jalur Batu-Kediri Tutup Total, Akibat Longsor Susulan Terjadi di Ngeprih Kecamatan Pujon
• Plengsengan Dam Gajah Kota Blitar Ambrol Akibat Banjir, DPRD Tetap Minta Rekanan Bangun Ulang
Ia mengakui, semua biaya tanaman dan tenaga relawan Komunitas Oleng-oleng berasal dari swadaya anggota.
"Semuanya ini kita lakukan untuk investasi oksigen ke depan. Karena kita semua bersama paham bahwa pohon di hutan ini mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menjaga dari potensi ancaman bencana alam," pungkas Heri Deka.