Ngaji Gus Baha

Gus Baha : Jangan Berteman Orang Yang Tidak Siap Melihatmu Bersalah, Hidup Jangan Ribet

Siapa yang tidak kenal dengan Gus Baha. Video ceramah ulama bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini bertebaran di Youtube dan media sosial lainny

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Youtube Progresif TV
Ceramah di PWNU Jawa Timur, Gus Baha Ungkap Kenangan Terburuk Selama Jadi Kiai: Agak Kacau 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siapa yang tidak kenal dengan Gus Baha. Video ceramah ulama bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini bertebaran di Youtube dan media sosial lainnya.

Mulai dari yang durasi 2-3 menit sampai yang lebih dari satu jam. Mengulas beragam topik keislaman, mulai dari fikih, ekonomi, dakwah, dan sebagainya .

Sesekali disertai guyonan dan kedalamannya dalam mengutip ayat Al Quran, hadits, dan berbagai kitab-kitab klasik yang banyak dihafalnya, membuat Gus Baha benar-benar dikagumi kealimannya..

Penulis sendiri sering mengikuti pengajian beliau, baik secara langsung maupun melalui live streaming maupun Youtube.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha yang lahir di Sarang 15 Maret 1970 , Rembang, Jawa Tengah ini adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang pengajiannya sering viral dan menjadi trending di Youtube.

Gus Baha merupakan santri kesayangan almarhum ulama, Syaikhina KH Maemoen Zubair atau yang sering disapa Mbah Moen, pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang.

Gus Baha Pertama Kali Kalah Debat dengan Santri

Andai Kakak Gus Baha Masih Hidup, Akan Ada Matahari Kembar Menerangi Indonesia Dalam Berdakwah

BERITA TERPOPULER JATIM Gus Baha dan KH Said Aqil Siradj 1 Nasab hingga Berandal Kampung Sebar Video

Gus Baha memang salah seorang kiai yang nyentrik dan punya ciri khas dalam menyampaikan ajaran-ajaran agama. Kejernihan dan kedalamannya dalam memahami agama menjadikan Gus Baha mampu menyederhanakan persoalan agama yang rumit dengan logika-logika sederhana, yang tentu saja mudah dipahami masyarakat tanpa mengurangi inti ajaran agama tersebut.

Gus Baha punya kalimat khas dan mudah dipahami orang awam, seperti dalam pengajiannya saat memilih teman, atau mencari kawan dalam perjalan hidup ini.

"Saya selalu teringat pesan para ulama besar dari mulai Sayidina Ali sampai Imam Syafi’i, dalam memilih teman. Janganlah kamu berteman dengan orang yang tidak siap melihatmu berbuat salah. Orang seperti itu tak layak dijadikan teman karena ia mengingkari fitrah manusia yaitu berbuat salah. Dan lebih berbahaya lagi, karena diam-diam, orang seperti itu punya rasa sombong," kat Gus Baha.

Menurut Gus Baha, di mata orang seperti itu, ini salah. Itu salah . Tidak terbuka peluang bagi orang untuk memperbaiki diri.

"Pernah, seorang alim ditegur Tuhan karena berdoa agar dijauhkan dari kesalahan. Kata Tuhan, lha kalau kamu tidak berbuat salah, lalu di mana letak kehebatan sifat pengampun-Ku?. Sementara Nabi sendiri mensifati umatnya, dan melukiskan kebesaran Tuhan, salah satunya dalam bentuk betapa dhaifnya manusia dan betapa besarnya pengampunan Tuhan. Anak-cucu Adam itu senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baiknya mereka adalah yang lekas meminta ampunan," papar Gus Baha.

Ini berbeda sama sekali dengan orang Khawarij, kata Gus baha. Kaum ini sering mencap orang yang berbuat salah dan maksiat telah keluar dari Islam. Sementara Tuhan menyeru, sebanyak apapun kesalahan dan dosa hambaNya, jangan pernah berputus asa dari ampunan Tuhan.

"Aneh sekali kaum Khawarij ini yg justru ‘mengusir’ orang yang sudah masuk Islam hanya karena berbuat salah, sementara Tuhan selalu mengulurkan tangan agar orang yg berbuat salah tak berputus asa," jelasnya.

Dalam kisah lain kata Gus Baha, ada seorang yang ali seperti Mbah Nafi’. Waktu sudah dianggap alim, oleh sesepuh dan guru-gurunya, Mbah Nafi’ diminta mengajar mengaji. Tapi beliau menolak karena takut salah. Akhirnya beliau diundang oleh guru-gurunya dan diberitahu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved