Breaking News:

Jeruk Pamelo Khas Magetan, Sepi Pesanan di Imlek, Bagus Untuk Imunitas Tubuh

Petani Jeruk Pamelo, jeruk khas Magetan di Hari Raya Imlek tahun ini, tidak bisa berharap banyak. Tahun di saat pandemi Covid-19 ini, jeruk pamelo

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Doni Prasetyo
Titik Wahyuni petani jeruk pamelo warga Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sedang, membrongsong buah jeruk agar tidak dihinggapi lalat buah yang akan membuatnya membusuk. 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Petani Jeruk Pamelo, jeruk khas Magetan di Hari Raya Imlek tahun ini, tidak bisa berharap banyak. Tahun di saat pandemi Covid-19 ini, jeruk pamelo sepi pemesanan.

Tidak seperti Hari Raya Imlek tahun sebelumnya. Namun, hikmah pandemi Covid-19, jeruk pamelo banyak pesanan warga konon untuk menambah imunitas  tubuh dari Covid-19 ini.

Titik Wahyuni, petani jeruk pamelo warga Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengaku di Hari Raya Imlek warga Tionghoa banyak yang tidak lagi pesen jeruk khas Magetan yang rasa dan fisiknya berbeda dengan jeruk pada umumnya.

Biasanya menjelang Hari Raya Imlek bagi warga Tionghoa, jeruk pamelo ini sangat dicari untuk acara sesaji saat acara ritual Hari Raya Imlek, mungkin bertepatan dengan adanya pandemi Covid-19 tahun ini, jeruk pamelo sepi pesanan untuk sesaji ritual Hari Raya Imlek.

"Biasanya di Hari Raya Imlek, batang, daun dan buah jeruk pamelo ini banyak pesanan untuk bahan sesaji ritual Imlek. Tapi tahun ini, pesanan itu menurun hingga lebih 50 persen dari tahun sebelumnya,"kata Titik Wahyuni kepada Surya, Rabu (10/2).

Diwarnai Hujan Gol, Everton Menang Dramatis Atas Tottenham Hotspur

BERITA TERPOPULER SELEB Adit Jayusman Lebih Dulu Batalkan Nikah hingga Cara Gisel-Gading Simpan Uang

Hasil Atalanta Vs Napoli, La Dea Jumpa Juventus di Final Coppa Italia

Sepinya pesanan Hari Raya Imlek ini, lanjut Titik Wahyuni, bisa ditutup dengan meningkatnya pesanan dari warga sendiri, selain dari pesanan lokal, untuk menambah imunitas dari Covid-19.

"Selain pesanan dari warga di berbagai daerah meningkat untuk imunitas Covid-19, harganya pun terkatrol naik hampir dua kali lipat dari hari hari sebelumnya," katanya.

Dikatakan Titik Wahyuni, harga jeruk pamelo hasil pertaniannya saat ini mengalami kenaikkan dari Rp 8000/ buah sampai Rp 15.000/buah tergantung besar kecilnya buah jeruk pamelo itu.

"Sebelumnya per buah hanya dihargai antara Rp 5000 - Rp 7000/ buah, sedangkan besaran buah tidak diperhitungkan, biasaanya ada stadarisasi. Tapi klo tahun ini besar kecilnya ada harganya," jelas Titik Wahyuni kepada TribunJatim.com.

Tentu saja ini menjadikan berkah, disaat Hari Raya Imlek jeruk pamelo sepi pesanan, pandemi Covid 19 mengatrol pasaran jeruk pamelo, bahkan harganya membaik pada pandemi ini.

"Ini menjadikan berkah petani jeruk pamelo, sisi lain sepi, justru pandemi mengatrol pasar. Bahkan harganya bisa tambah membaik," katanya kepada TribunJatim.com.

Panenan ini jeruk pamelo banyak pesanan dari berbagai daerah selain lokalan Magetan, yaitu pesanan dari Malang, Indramayu, Pati, Sragen, Semarang, Surabaya, Bali dan pulau Sumetera dan Kalimantan.

Biasanya pohon buah jeruk pamelo khas Magetan ini bisa panen dalam setahun bisa dua kali panen. Kalau seorang petani jeruk pamelo memiliki sebanyak 500 batang pohon jeruk pamelo dalam setahunya bisa meneguk untung hingga puluhan juta rupiah.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved