Pembangunan Mal Pelayanan Publik Kota Malang Bakal Terealisasi Tahun Ini, Target Agustus Beroperasi

Rencana Pemerintah Kota Malang membangun Mal Pelayanan Publik bakal terealisasi tahun ini. Target Agustus dapat beroperasi.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Hefty Suud
SURYAMALANG.COM/RIFKI EDGAR
Mal alun-alun kota Malang yang nantinya akan dijadikan sebagai Mal pelayanan publik, Jumat (12/2/2021). 

Reporter: Rifky Edgar | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rencana Pemerintah Kota Malang untuk membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) di Alun-Alun Mal lantai tiga Kota Malang bakal terealisasikan di tahun 2021.

Pembangunan pun akan dilakukan secara bertahap dan ditaerget dapat beroperasi pada Agustus 2021 nanti.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, nantinya jumlah instansi pelayanan publik yang melayani di MPP berkurang dari yang ditargetkan semula.

Ibu dan Anak di Tuban Luka Berat Seusai Motor yang Dikendarai Dihantam Truk Tronton

Perayaan Imlek 2021 di Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Saat Pandemi Covid-19, Ada Pembatasan

Dari semulanya ada 400 instansi layanan publik, saat ini ditargetkan hanya ada sekitar 150-250 layanan publik di MPP nanti.

"Tahun kemarin kan ada recofusing anggaran. Jadi nanti jumlah pelayanan menyesuaikan dengan anggaran kita. Mungkin ada sekitar 250 layanan publik dari target kita 400 layanan," ucapnya, Jumat (12/2/2021).

Keinginan Sutiaji untuk menyediakan MPP agar dapat mempermudahkan masyarakat dalam mengurus beragam pelayanan dan perizinan.

Oleh karenanya, penempatan MPP yang berlokasi di Alun Alun Mal menjadi tempat strategis yang diharapkan dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Ramalan Cinta Zodiak Besok Sabtu, 13 Februari 2021: Aries Butuh Komunikasi, Sagitarius Banyak Godaan

Pernah Mimpi Sakit Gigi? Hati-hati Pertanda Kurang Baik, Bakal Dihadapkan Masalah hingga Alami Sakit

"Seperti di kita pelayanan pajak dan lain-lain dari unsur Pemkot Malang semua akan di layani di sana. Termasuk dari instansi lainnya," ucapnya.

Pembangunan MPP sendiri sebelumnya dianggarkan senilai Rp 7,8 Miliar yang diambil dari APBD 2020. 

Akan tetapi, akibat adanya pandemi Covid-19, anggaran pembangunan MPP terkena recofusing, dan menjadi Rp 2,5 Miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Pelayanan Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP Kota Malang, Erik Santoso mengatakan, akibat adanya recofusing anggaran tersebut membuat pembangunan MPP dilakukan secara bertahap.

Saat ini sedang dalam proses review design, yang kemudian dilanjutkan ke proses lelang untuk pembangunan.

"Sebenarnya tahun kemarin designnya sudah siap. Cuma kena recofusing. Jadi harus disesuaikan lagi dengan anggaran yang ada," ucapnya.

Dalam tahap pertama pembangunan MPP nanti, pihaknya kini juga sedang mengkaji, pelayanan apa yang akan menjadi prioritas awal untuk didahulukan.

Mengingat ada sekitar 150-250 layanan publik yang akan buka ketika MPP akan dioperasikan pada Agustus 2021 mendatang.

"Yang jelas pelayanan dari Pemkot Malang yang kita dulukan. Sembari kita tata lagi di fase review design ini. Karena pembangunannya kan juga bertahap. Dan semoga di PAK nanti ada anggaran tambahan untuk menuntaskan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved