Cerutu Jatim Kian Diminati Pasar Luar Negeri, PT BIN Berhasil Ekspor 20 Ribu Batang Perbulan di 2020
Di tengah pandemi virus Corona, cerutu asal Jatim jadi primadona. PT Boss Image Nusantara berhasil mengekspor 20 ribu batang cerutu di 2020.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ), salah satu hasil pertanian asal Jawa Timur (Jatim), yakni tembakau ternyata kian diminati banyak orang.
Tak hanya jadi primadona dalam negeri, tembakau Jatim, khususnya cerutu juga sangat diminati untuk pasar luar negeri.
Hal itu dirasakan langsung oleh PT Boss Image Nusantara (BIN) yang merupakan salah satu perusahaan produksi cerutu asal Jatim yang berada di Jember.
Baca juga: PMI Kota Surabaya Sebut Banyak yang Mau Donor Plasma Konvalesen, Ada Kendala: Kantong Kit Minim
Baca juga: 3 Jenazah Tertimbun Longsor di Nganjuk Ditemukan, 7 Korban Hilang Masih Dalam Pencarian Tim SAR
"Tahun lalu (2020), perbulannya kami berhasil mengekspor 20 ribu batang cerutu untuk ke pasar luar negeri," ujar Direktur PT BIN, Imam Wahid kepada TribunJatim.com saat memamerkan hasil cerutunya diacara Kunjungan Kerja (Kunker) ke BBKP Surabaya, Selasa (16/2/21).
Untuk tujuan negara ekspor sendiri, kata Imam, perusahaanya biasanya mengirim ke Negara Australia, Dominika, Belanda, Kenya, Malaysia, Swiss dan Tiongkok.
"Namun, yang paling mendominasi adalah ke Tiongkok, yakni sebesar 50 persen dari total ekspor perbulannya," sambungnya.
Untuk tahun ini sendiri, lanjut Imam, pihaknya menargetkan perbulannya ada kenaikan jumlah ekspor, yakni sebesar 50 persen atau 30 ribu batang.
Baca juga: PSG Harus Waspada, 7 Pemain ini Masih Berseragam Barcelona dan Terlibat Tragedi 6-1 di Camp Nou
Baca juga: Niat Teddy Umrahkan 6 Orang Sirna? Perjanjian Sule-Lina Kuak Fakta, Ayah Bintang Tak Dapat Harta
Imam menjelaskan, produk-produk cerutunya yang laris manis di pasar luar negeri itu bukanlah tanpa alasan
Pasalnya, cerutu yang pihaknya hasilkan memang punya citarasa yang terbaik.
"Cerutu yang kami hasilkan punya citarasa terbaik, lantaran ditanam dengan menggunakan bibit unggul terbaik yakni dari Cuba dan bibit ini ditanam ditanah terbaik, yang tidak lain adalah tanah asli Jember," terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya Musyaffak Fauzi mengatakan, disepanjang tahun 2020 lalu, total volume ekspor cerutu dari PT BIN mecapai 80,86 Kilogram.
"Dari total volume ekspor itu, nilainya mencapai Rp 196.944.708," jelas Musyaffak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/direktur-pt-bin-imam-wahid-162.jpg)