Breaking News:

Nenek di Magetan Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Rumahnya

Diduga mengalami kepikunan nenek jaliyah (80) warga Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ditemukan tidak bernyawa

Surya/ Doni Prasetyo
Personil BPBD Kabupaten Magetan, bersusah payah selama tiga jam untuk mengevakuasi jenazah nenek Jaliyah (80) 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Diduga mengalami kepikunan nenek jaliyah (80) warga Desa Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ditemukan tidak bernyawa didasar sumur sedalam 20 meter miliknya yang berada dihalaman belakang rumahnya.

Menurut Kadimin, warga setempat yang rumahnya berhimpitan dengan korban, sejak pagi mencari korban dan baru ditemukan teken atau tongkat milik korban tergeletak disekitar sumur miliknya yang berada dihalaman belakang rumah korban.

"Saya lihat tokat yang dipakai nenek jaliyah, disekitar sumur saya sudah curiga, karena keadaan gelap, saya pulang mengambil senter baterai. Dan benar nenek Jaliyah, saya lihat didasar sumur sedalam 20 meter itu, dalam kondisi sudah tidak bergerak lagi," kata Kadimin kepada polisi, Rabu (17/2)

Melihat itu, lanjut Kadimin, dia bergegas melapor ke RT kemudian ke kantor desa setempat. Pihak kelurahan akhirnya mengubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, untuk mengevakuasi jenazah dari dalam sumur.

Baca juga: Unggahan Terakhir Nissa Sabyan Digeruduk, Dituding Selingkuhan Ayus, Curhatan Pilu Istri Disorot

Baca juga: Remaja Gedangan Jadi Makelar Lendir di Facebook, Jajakan Anak 14 Tahun, Curhat ke Polisi: Efek PHK

Baca juga: Pohon Trembesi di Kawasan Parkir Luar MOG Kota Malang Tumbang, 7 Motor Rusak Parah Kena Timpa

"Evakuasi jenazah nenek Jaliyah Tim BPBD dibantu personil Koramil dan Polsek Kawedanan. Meski sudah ditangani tim ahli dan masyarakat, proses evakuasi nenek Jaliyah dilakukan dengan susah payah, memakan waktu selama kurang lebih tiga jam,"katanya.

Lamanya proses evakuasi jenazah nenek Jaliyah itu karena dinding sumur tua itu sempat longsor, saat anggota tim BPBD yang meluncur ke dasar sumur maut itu.Tentu saja proses evakuasi itu menegangkan karena warga mengira longsoran material tembok sumur mengenainya.

"Alhamdulillah, walau sumur longsor proses evakuasi jenazah nenek Jaliyah relatif lancar. Kendati waktunya berlangsung lama. Karena harus menyingkirkan material longsoran dulu," kata Kadimin kepada TribunJatim.com.

Untuk menghindari keracunan didasar sumur, tambah Kadimin, petugas BPBD mengenakan oksigen yang di gendong dipunggungnya. Pakaiannya pun mengenakan pakaian selam yang terbuat dari karet.

"Penurunan petugas evakuasi dari BPBD itu menggunakan tali taktikal, yang ditarik personil TNI/Polri dan masyarakat. Untuk memudahkan pengangkatan jenazah nenek Jaliyah ke atas, jenazah dimasukkan ke dalam kantong mayat berwarna orange," kata Kadimin

Setalah jenazah nenek Jaliyah berhasil di evakuasi sampai ke atas sumur. Jenazah korban itu langsung dilakukan visum luar kemudian jenazah langsung dimakamkan di makam desa setempat.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved