Breaking News:

Pemkab Nganjuk Siapkan Lahan Milik Perhutani untuk Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor

Pemkab Nganjuk siapkan relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Relokasi

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto didampingi Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/2/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk siapkan relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Relokasi rumah warga tersebut akan ditempatkan di lahan milik Perhutani titik 184A Kecamatan Ngetos dengan status izin pinjam pakai kawasan hutan.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat menjelaskan, setidaknya kebutuhan lahan untuk relokasi warga terdampak bencana longsor seluas 5,1 hektar. Dimana sesuai data sementara yang masuk ada sekitar 55 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini tidak lagi dapat menempati rumahnya karena kondisinya berbahaya dibawah retakan tanah yang terus melebar.

"Mereka yang terdampak longsor tersebut semuanya akan dibangunkan rumah di tempat relokasi tersebut," kata Novi Rahman Hidhayat, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Tengah Malam Masuk Ke Hutan, Warga Ponorogo Diringkus Polisi Setelah Curi Kayu Jati Milik Perhutani

Nantinya, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, ditempat relokasi tersebut luasan tanah untuk warga terdampak akan disesuaikan dengan luasan tanah kepemlikannya yang tidak dapat ditempat tersebut. Dengan demikian Pemkab Nganjuk masih akan melakukan pendataan secara detail luasan tanah dari masing-masing warga terdampak longsor.

"Kami tidak ingin ada kesalahan dan manipulasi data kepemilikan tanah yang bisa menimbulkan persoalan. Makanya kami betul-betul akan mendata secara benar kepemilikan tanah warga terdampak longsor," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Untuk pembangunan rumah warga di tempat relokasi, menurut Novi Rahman Hidhayat, diestimasikan membutuhkan waktu antara empat hingga lima bulan. Pembangunan itupun termasuk fasilitas umum pendukung kawasan perumahan untuk warga terdampak longsor.

Mengenai anggaran pembangunan rumah warga di lokasi relokasi, ungkap Novi Rahman Hidhayat, akan ditanggung bersama antara Pemkab Nganjuk, Pemprov Jatim, dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian tekait.

"Tentunya langkah relokasi rumah warga terdampak longsor ini diharapkan bisa kami realisasikan dengan cepat sesuai arahan Ibu Menteri Sosial agar warga segera mendapat tempat layak huni dan tidak lama berada dipenampungan," tutur Novi Rahman Hidhayat. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved