Breaking News:

Harga Sekilo Cabai di Magetan, Setara Sekilo Daging Has, Warga Sampai Mengeluh

Dua hari terakhir harga cabai di Pasar Magetan tembus Rp 100.000 per kilogram. Padahal sebelumnya sekitar Rp 50.000 per kilo, bahkan dua hari

TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Harga cabai di Magetan melonjak 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Dua hari terakhir harga cabai di Pasar Magetan tembus Rp 100.000 per kilogram. Padahal sebelumnya sekitar Rp 50.000 per kilo, bahkan dua hari sebelumnya bisa didapat dengan harga Rp 70.000 per kilogram. Padahal harga daging sapi di pasaran, hanya Rp 100.000 per kilo.

Meski harga cabai melangit, stok di Pasar Sayur Magetan relatif tersedia, karenanya banyak pedagang mengambil Cabai dari pasar tradisional Kabupaten Magetan itu. Padahal pemasok dari Ngajuk dan Kediri, tidak lagi mengiriminya, pemasok lebih memilih menjualnya ke daerah lain yang harganya diatas harga pasaran di Kabupaten Magetan.

Kenaikkan harga cabai ini walau dikeluhkan warga masyarakat di Kabupaten Magetan, kenaikkannya masih dianggap wajar, kecuali itu, cabai ini bahan baku sambel pecel (makanan tradisional warga setempat) yang dibutuhkan warga di Kabupaten Magetan.

Baca juga: Kaji Mbing Gelar Pembacaan Surat Yasin Sejuta Kali untuk Mengusir Virus Covid-19 

"Walau relatif melimpah, tapi pemasok dari luar daerah, seperti  dari Nganjuk, Kediri, tidak lagi mensupply, mereka lebih suka menjual lombok lombok itu keluar Magetan. Karena harganya lebih tinggi,"kata Ny Suyati kepada Surya, Kamis, (19/2)

Umumnya, lanjut Ny Suyati,  pedagang cabai di Magetan tidak banyak yang tahu kenapa harga cabai itu tiba tiba naik. Meski harga tinggi, tapi warga masyarakat yang membeli cabai dari berbagai varian, cabai keriting, belis, dan cabai merah besar tetep tidak sepi.

"Kalau pun pembeli mengeluh mahal, tapi warga tetep juga beli cabai, kendati menawar, itu hanya lips service. Tapi akhirnya juga beli juga. Hanya saja biasanya beli satu kolo gram, sekarang hanya beli separo atau setengah kilogram,"katanya.

Dijelaskan, kalau pedagang cabai tidak mau membeli cabai cabai yang dikirim dari Kediri dan Nganjuk, pedagang tidak punya lagi dagangan. Terpaksa pedagang mengikuti harga pasar. Mereka percaya, walau harga lombok mahal, tetap masih laku dipasaran.

"Kalau kita tidak mengikuti harga pasar, kita tidak bisa jualan. Kita yakin kalau cabai itu semahal apa pun masih banyak pembeli. Masyarakat di wilayah Magetan itu tergantung pada cabaik, semua masakan pakai cabai,"kata Ny Suyati.

Dikatakan Ny Suyati, cabai selain cabai rawit harga dipasaran lebih stabil, sedang harga cabai rawit naik karena harus didatangkan dari luar Magetan. Pedagang memprediksi harga cabai rawit masih akan terus melonjak hingga sebulan ke depan, yakni bulan Maret 2021.

"Cuaca mempengarui harga cabai, dipasaran. Meski begtu tergantung harga cabai, karena tanaman cabai
 Petani," kata Suyati.(tyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved