Liga 1 2021

Alternatif Sumber Pemasukan Klub, Suporter Minta PSSI dan PT LIB Siarkan Laga Via Youtube

Jelang bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 2021, beberapa bagian suporter sepak bola Indonesia menginginkan PSSI dan PT LIB agar menambah kebijakan baru.

Editor: Taufiqur Rohman
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Bonek bentangkan spanduk kritik saat laga Persebaya vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (29/10/2019). 

Akan tetapi, di satu sisi terdapat ironi. Selain suporter tak bisa menikmati pertandingan secara langsung, keuangan klub pun akan berpengaruh.

Pasalnya, pemasukan tiket adalah salah satu sumber utama pemasukan klub Tanah Air.

Berangkat dari hal itu, salah satu suporter sepak bola Tanah Air dari Persik mania bersama Luki Ardianto membuat suatu usulan.

Adapun usulan tersebut terkait penyiaran kompetisi melalui YouTube secara privat demi mengganti pemasukan klub dari tak hadirnya suporter ke stadion.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan virtual klub dan para perwakilan suporter klub-klub Liga 1 dan 2 dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita, serta Menpora Zainudin Amali pada Kamis (18/2/2021) WIB.

"Siaran harus dipastikan bisa dijangkau semua kalangan dan dapat dilihat bukan hanya di TV, tapi di media sosial seperti YouTube," tulis Luki pada acara tersebut seperti dikutip dari KOMPAS.com .

"Biarkan klub menyiarkan via YouTube secara privat untuk pemasukan klub pengganti tiket."

Selain itu dia juga memberikan beberapa usulan lain yang berbunyi agar PSSI dan PT LIB total dalam menegakan aturan.

"Tegakkan aturan dengan benar jangan setengah dan jangan pilih kasih," ungkapnya. "Izinkan adanya sepanduk dukungan di tribun."

Sontak hal itu pun membuat pihak suporter lain senada dengan usulan Persikmania tersebut.

Sayang, waktu pertemuan terbatas sehingga masukan tersebut belum sempat disinggung oleh PSSI dan PT LIB.

Perihal usul itu, Zulifikar dari Brigata Curva Sud selaku wakil suporter PSS Sleman juga termasuk pihak yang setuju.

"Misalkan kita harus nonton di rumah, berarti operator memang harus menyiapkan agar semua pertandingan bisa disaksikan oleh seluruh suporter penikmat bola Indonesia," katanya sebagaimana dikutip dari KOMPAS.com, Jumat (20/2/2021).

"Kalau tidak bisa siaran langsung TV, harus live melalui platform lainnya, baik itu dari operator maupun dari klub masing-masing,"

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved