Breaking News:

Pesta Miras, Belasan Pemuda di Lamongan Digerebek Polisi, Langsung Diberi Pembinaan

Belasan pemuda dari beberapa desa di Lamongan digerebek dan diamankan polisi saat menggelar   menggelar pesta miras jenis Tuak di sebuah warung

TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Para pemuda di Lamongan yang terjaring karena pesta miras 

Reporter: Hanif Manshuri | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN  - Belasan pemuda dari beberapa desa di Lamongan digerebek dan diamankan polisi saat menggelar menggelar pesta miras jenis tuak di sebuah warung Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng.

Sebanyak 17 pemuda dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Karanggeneng diamankan petugas dan digiring ke Polsek Karanggeneng

Mereka terpaksa diamankan oleh anggota Polsek Karanggeneng lantaran dinilai mengganggu ketentraman masyarakat lantaran  pesta miras di warung milik Sripin (60) di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng

"Mereka kita amankan,  setelah mendapatkan laporan dari warga terkait adanya pesta miras di warung milik Sripin," kata Kapolsek Karanggeneng Iptu Raksan pada Surya.co.id (Tribunjatim.com grup), Minggu (21/2/2021).

Baca juga: FOZ Ungkap 4 Alasan Lembaga Zakat Cocok Sebagai Mitra Merdeka Belajar

Laporan warga, menurut  Raksan, direspon cepat oleh petugas kepolisian dan mendatangi lokasi melakukan penggrebekan. 

polisi berhasil mengamankan setidaknya 17 pemuda yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Karanggeneng. "Belasan pemuda ini kemudian kami bawa ke Mapolsek Karanggeneng guna melakukan pendataan lebih lanjut," katanya. 

Selain mengamankan belasan pemuda, tandas Raksan, dari penggrebekan ini petugas juga berhasil mengamankan sedikitnya 60 liter miras jenis tuwak dan beberapa botol miras kosong yang sudah terpakai. Belasan pemuda dan barang bukti ini dibawa ke Mapolsek karanggeneng sebagai barang bukti. 

"Barang bukti yang kami amankan diantaranya adalah 60 liter miras jenis Tuak dan beberapa botol kosong bekas botol miras," ungkapnya.

Di Mapolsek Karanggeneng, belasan pemuda ini langsung didata dan mendapatkan pembinaan dari polisi. 

Mereka juga mendapatkan hukuman fisik berupa push up di halaman Mapolsek agar tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. "Belasan pemuda ini sudah kami serahkan ke orang tua dan kepala desa masing-masing untuk mendapat pembinaan lebih lanjut," pungkasnya.(Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved