Breaking News:

Sahat Simanjuntak Sebut Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan Bagian dari Kearifan Lokal

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak mendukung pembangunan Gedung Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Pacitan. Bangunan monumental

TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Sahat Tua saat datangi pembangunan Museum SBY-ANI di Pacitan 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak mendukung pembangunan Gedung Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Pacitan. Bangunan monumental di selatan Jawa Timur ini dinilai sebagai bagian dari kearifan lokal.

Pernyataan ini disampaikan Sahat usai meninjau langsung pembangunan gedung yang tiang pancangnya mulai dipasang sejak 2019 lalu, Jumat (19/2/2021). Kehadiran Sahat menindaklanjuti gaduh hibah Anggaran Pemerintah Provinsi yang mengalir ke pembangunan Museum tersebut.

Sekretaris DPD Golkar Jatim ingin memastikan dampak yang akan didapat masyarakat Pacitan dan sekitarnya dengan adanya keberadaan Museum tersebut. Sahat bertemu dengan kontraktor yang mengerjakan serta mendengar komentar masyarakat Pacitan

"Saya kan wakil rakyat dari dapil Pacitan juga. Agar tidak berspekulasi, saya ingin tahu sendiri bagaimana rakyat merespon dan seberapa besar dampaknya pada masyarakat sekitar museum ini," kata Sahat berdasarkan keterangan tertulis, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: BBKSDA Jatim Ungkap Sebab Terdamparnya 52 Paus Pilot Bangkalan, Mabuk Makan Plankton Beracun

Sahat didampingi Bupati Pacitan Indartato, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Pacitan. Dari kunjungan ini, Sahat menilai bantuan anggaran pemerintah ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebab, sebuah daerah diperbolehkan mendapat Bantuan Keuangan khusus dari Pemprov Jatim. "Ada 4 kriteria daerah untuk dapat bantuan keuangan, dan semua terpenuhi sehingga Museum ini layak mendapat bantuan dari Pemrov Jatim," jelasnya.

Keempat kriteria tersebut kata Sahat adalah dana tersebut mampu meningkatkan ekonomi, infrastuktur jalan dan  pengairan. Serta, memperkecil disparitas kewilayahan dan mengurangi tingkat kemiskinan.

"Kalau saya objektif saja, saya mendukung penuh pembangunan Museum tersebut. Pun kalau tidak dibantu Pemprov, museum itu tetap jalan karena saya yakin Yudhoyono Foundation punya dana untuk menyelesaikan proyek tersebut," kata Sahat.

Dari hasil tinjauan ini Sahat juga menemukan bahwa Yayasan Yudhoyono foundation tidak pernah memohon bantuan Dana pembangunan museum SBY-ANI kepada pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Ada atau tidak adanya bantuan hibah pemerintah, pembangunan museum dinilai tetap berjalan dan ditargetkan selesai pertengahan tahun ini.

Insiatif Pemkab Pacitan menyiapkan dana dari bantuan keuangan Pemprov Jatim dalam rangka untuk berkontribusi terhadap pembangunan museum SBY-ANI sebagai bentuk penghargaan. Sekaligus, apresiasi Pemkab Pacitan kepada Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudoyono.

Museum SBY-ANI merupakan kearifan lokal yang patut didukung demi kemajuan pembangunan Pacitan sebagai destinasi wisata yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka kemiskinan, sekaligus mengurangi disparitas wilayah. "Semoga Museum SBY-ANI ini bisa jadi kado HUT ke 276 tahun kabupaten Pacitan," kata Sahat. (bob) 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved