Pelantikan Kades di Sidoarjo Diusulkan Digelar Secara Online, Hindari Kerumunan di Masa Pandemi

Pelantikan kades di Sidoarjo diusulkan digelar secara online untuk menghindari kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TribunJogja
Ilustrasi Pilkades - Pelantikan Kades di Sidoarjo Diusulkan Digelar Secara Online, Hindari Kerumunan di Masa Pandemi 

Reporter: M Taufik | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sebanyak 174 kepala desa (kades) terpilih dalam pelaksanaan Pilkades Serentak 2020 di Sidoarjo bakal dilantik awal Maret 2021 mendatang.

Karena masih pandemi Covid-19 (virus Corona), pelantikan itu direncanakan digelar secara daring.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, Fredik Suharto, rencana pelantikan kades di Sidoarjo secara online itu diusulkan untuk menghindari kerumunan.

"Tapi ini sifatnya masih usulan. Dan masih belum disetujui. Masih perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan berbagai pihak," kata Fredik Suharto, Senin (22/2/2021).

Tanggal pasti pelaksanaan pelantikan para kepala desa juga belum ditentukan.

Dari sebelumnya dijadwalkan pada 24 Februari 2021, diundur karena jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih mundur.

Baca juga: Pj Bupati Sidoarjo Kirim 3 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Kalipecabean dan Banjarasri

Baca juga: Ketua KPU Sidoarjo Jadi Korban Kejahatan Modus Ganjal ATM, Uang Puluhan Juta Rupiah Amblas

"Rencananya digelar awal Maret, namun tanggalnya belum bisa dipastikan," lanjut Fredik Suharto.

Di sisi lain, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Sidoarjo, Ainur Rohman juga berharap pelantikan kades tidak digelar di Pendopo Delta Wibawa. Alasannya sama, agar tidak terjadi kerumunan.

"Kita masih di masa pandemi, sehingga tetap berusaha menghindari kerumunan. Nah, jika digelar di pendopo, dengan jumlah peserta sebanyak itu, tentu berpotensi menimbulkan kerumunan," ujar dia.

Pihaknya setuju pelantikan digelar secara virtual. Dan sebelum pelaksanaan, perlu dilakukan gladi kotor dan gladi bersih, supaya potensi kendala bisa diantisipasi sejak awal.

"Sebelum pelantikan ada gladi kotor di masing-masing desa atau kecamatan. Dari situ akan terlihat potensi terjadinya kendala dan sebagainya. Kemudian bisa diantisipasi," lanjutnya.

Baca juga: Pj Bupati Sidoarjo dan Paguyuban PKL Lakukan Penghijauan di Sepanjang Jalan Exit Tol Jabon

Baca juga: Dampak Banjir Ibu Kota, Perjalanan Kereta dari Surabaya dan Malang Tujuan Jakarta Batal Jalan Lagi

Usulan pelantikan kades secara virtual juga sudah didengar kalangan dewan. Komisi A DPRD Sidoarjo bahkan menyebut usulan itu menjadi terobosan yang bagus.

"Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini memang segala kegiatan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan. Termasuk agenda semacam pelantikan Pilkades ini, kita dituntut untuk melakukannya secara virtual," kata Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan.

Jika usulan itu telah menjadi keputusan, menurutnya, harus ada konsekuensi yang juga harus diperhatikan oleh Pemkab Sidoarjo. Di antaranya terkait kebutuhan sarana prasarana dalam pelantikan virtual tersebut.

"Kalau ada desa yang internetnya kurang lancar, atau belum tersentuh koneksi internet. Maka itu tugasnya pemkab harus bisa memfasilitasi itu. Jangan sampai ada trouble," ucap politisi PKB tersebut.

Baca juga: Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pelayanan Prima dari Kementerian PANRB, Kapolresta Sangat Bangga

Baca juga: Angka Pengangguran di Jawa Timur 2020 Meninggi, BPS: Didominasi Perkotaan, Laki-Laki dan Lulusan SMA

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved