Breaking News:

Jelang Pelantikan Eri-Armuji, Dewan Sebut Warga Sudah Tunggu Realisasi Program SMA Gratis 

Paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi-Armuji segera dilantik sebagai kepada daerah Kota Surabaya. Namun saat ini warga

TRIBUNJATIM.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pasangan Eri Cahyadi-Armuji 

Reporter: Nuraini Faiq | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi-Armuji segera dilantik sebagai kepada daerah Kota Surabaya. Namun saat ini warga Surabaya tengah menunggu Program dan visi misi Paslon ini.

Terutama Program mereka di bidang pendidikan. Paslon ini akan memberikan perhatian sekolah gratis untuk jenjang SMA/SMK. 

"Pasti visi misi pason akan ditagih warga," kata anggota Fraksi PDIP Baktiono, Senin (22/2/2021).

Termasuk di dalamnya terkait pendidikan wajib belajar 12 tahun. Baktiono menuturkan bahwa Visi misi Eri-Armuji sudah tertuang dalam Perda tentang Pendidikan Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2012.

Saat itu, Baktiono yang Katua Komisi D Surabaya berinisiatif membuat Perda wajib belajar 12 tahun atau wajib tamat SMA/SMK. Saat ini, Baktiono menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Surabaya.

Baca juga: Soekarno Gagal Kabur Kala Soeharto Berkuasa, Ajudan Sebut karena 1 Hal hingga Pesan untuk Megawati

Pendidikan hingga jenjang SMA/SMK gratis. Terutama seluruh siswa di sekolah milik Pemerintah atau sekolah negeri. 

Namun sejak 2017 alih kelola SMA/SMK ke pemerintah provinsi Jawa Timur. Akhirnya berbayar. 

"Maka dengan visi misi Eri-Armuji yang akan memberi beasiswa ke SMA/SMK baik negeri maupun swasta sudah sesuai dengan amanah Perda. Sifatnya beaiswa bagi yang tidak mampu," kata Baktiono.

Baktiono berharap dengan dilantiknya ErJi sebagai wali kota dan wakil wali kota Surabaya itu jangan ada lagi siswa-siswi Kota Surabaya dSMA/SMK ada penahanan ijazah karena tak mampu bayar SPP. Juga tidak ada lagi warga warga Kota Surabaya yang tidak sekolah. 

Bahkan era pandemi, jangan ada anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah lewat online karena tak punya HP atau tidak punya kuota. Jangan sampai adalagi orang tua menggadaikan HP. (Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved