Breaking News:

Jenazah Pria Lansia Ditemukan di Dasar Sungai di Magetan, Sang Cucu Ungkapan Fakta Penting

Miran (80) pria lanjut usia (lansia) warga Dukuh Gentong, Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
istimewa
ilustrasi teras-Penemuan jenazah di Magetan 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Miran (80) pria lanjut usia (lansia) warga Dukuh Gentong, Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang diketahui keluarganya menghilang tiga hari lalu, ditemukan didasar sungai, berkedalaman 15 meter, dengan kondisi sudah tidak bernyawa bersandar didinding dasar sungai.

Proses evakuasi jenazah Mirun mengalami kesulitan, karena jalan menuju tempat jenazah Mirun ditemukan sangat sulit dijangkau, sehingga tim evakuasi dari Kepolisian, Medis, BPBD, dan masyarakat harus mencari jalan memutar relatif jauh.

Baca juga: Masak di Dapur, Ibu di Sampang Panik Bukan Main Saat Temukan Bayinya di Selokan, Fakta Dikuak Kades

Tidak hanya jauh, tapi lokasinya juga sulit.

Menurut Zamroni, cucu kandung Miran, sekaligus juga yang menemukan jenazah kakeknya itu, Miran pria uzur (pikun) diketahui meninggalkan rumah tiga hari lalu. Hilangnya Miran, kakek uzur ini dikabarkan kepada tetangganya yang kemudian ikut mencari keberadaan Kakek Miran yang memang sudah uzur ini.

"Saya sudah mencari di tempat biasa Kakek Miran pergi dan duduk duduk. Tapi tidak saya temukan, juga para tetangga. Kemudian saya berusaha mencari Kakek Miran di sepanjang sungai ini sebelumnya,"kata Zamroni.

Namun, tambah Zamroni, ketika mencoba mengulang menyusuri sepanjang sungai itu,  melihat sesosok tubuh bersandar didinding dasar sungai yang dalamnya dari tempat berdirinya sekitar 15 meter, namun medan menuju tempat itu sangat sulit.

"Setelah saya berusaha susah payah turun ke dasar sungai, ternyata sesosok orang yang saya lihat dari atas sungai, ternyata Kakek, namun sudah dalam kondisi meninggal, dan badannya sudah melempuh menghitam,"kata Zamroni.

Melihat ini kemudian Zamroni melapor ke kantor desa, yang diteruskan ke Polisi, BPBD dan tenaga medis dari Puskesmas Parang untuk mengevakuasi dan otopsi luar jenazah Miran itu.

Sesuai keterangan Kapolsek Parang AKP Suyono, menyebutkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan otopsi luar jenazah, Miran meninggal karena terpeleset dari atas tebing, karena dari tubuhnya hasil pemeriksaan tim medis ada patah tulang belakang, yang membuat pria uzur ini meninggal dunia.

"Setelah diketahui penyebab, korban (Miran) meninggal berdasarkan Olah TKP dan visum, jenazah kami evakuasi ke atas untuk diserahkan kepada keluarganya,"kata Kapolsek Suyono.

Kapolsek Parang Suyono, mengakui proses evakuasi jenazah sangat sulit, karena harus berjalan memutar sekitar dua kilometer untuk mencapai TKP jenazah Miran itu. Karena untuk turun dari atas langsung ke TKP jenazah sangat curam dan berbahaya.(tyo).

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved