Breaking News:

Kandikpora Magetan Khawatir Siswa SD di Magetan 'Learning Loss', Siswa Kelamaan Belajar Daring

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan mempercepat proses belajar Pertemuan Tatap Muka (TPM) bagi siswa SD dan

TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Ilustrasi suasana di dalam kelas 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, , MAGETAN - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan mempercepat proses belajar Pertemuan Tatap Muka (TPM) bagi siswa SD dan SMP di wilayahnya. Kadindikpora khawatir, terutama siswa SD mengalami "learning loss" (kehilangan pengalaman belajar).

"Kondisi pandemi di kita (Kabupaten Magetan) sudah masuk zona orange, saya berharap bisa kuning. Agar kita segera melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pertemuan tatap muka (KBM - PTM),"ujar Kadindikpora Kabupaten Magetan Suwoto kepada Surya, Sabtu (27/2).

Kadindikpora khawatir, kalau siswa kelamaan berada dirumah akan mengalami "learning loss", terutama siswa SD. Kalau PAUD dan SMP sudah bisa ditangani. Karena siswa PAUD lebih senang sekolah dirumah, masanya bermain, kalau siswa SMP mindset (pola pikir) nya sudah bisa menyesuaikan atau dinasihati.

"Anak didik kita sebelum adanya zona merah pandemi Covid 19, siswa SD dan SMP sudah melakukan KBM pertemuan tatap muka (PTM), namun setelah zona merah diberlakukan, KBM PTM diminta di tunda dulu,"kata Suwoto.

Baca juga: Revitalisasi Eks TPA Lowokdoro di Malang Dimulai 3022, Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Kreatif

Dikatakan Suwoto, siswa SMP dan PAUD tidak perlu di khawatirkan, kalau siswa SD itu masa rawan. Makanya Kadindikpora segera ingin melakukan KBM TPM di seluruh sekolah di wilayahnya. 

"Makanya saya rajin turun ke sekolah untuk memotivasi guru agar lebih rajin mengunjungi siswanya dirumah rumah, supaya tidak terjadi "learning loss", seperti kekhawatiran saya. Saya berharap, zona pandemi ini segera berganti dari orange ke kuning, supaya saya bisa mengajukan izin ke Bupati Magetan untuk pelaksanaan KBM TPM,"kata Suwoto.

Menurut Suwoto, anak anak usia SD itu, masa rawan. Kalau sampai kelamaan dirumah, siswa siswa SD itu akan mengalami kehilangan pengalaman belajar atau learning loss. Makanya Dindikpora Magetan, ancang ancang mengajukan izin ke Bupati Magetan untuk melaksanakan KBM TPM di seluruh jenjang pendidikan.

"Tanda-tandanya Learning loss 
sudah mulai tampak, walau itu baru merupakan persepsi atau hasil analisis guru berdasarkan asesmen diagnostiknya," kata Kadindikpora yang murah senyum ini.

Menurut Kadindikpora Suwoto, pembelajaran dengan daring (online) atau guru datang kerumah rumah siswa SD untuk melaksanakan KBM kurang efektif dan kurang bisa diterima anak didik. Beda dengan disekolah ada sugesti terhadap bangunan sekolah dan sesama siswa.

"Pandemi Covid 19 ini merusah sistem pendidikan dari berbagai jenjang sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Magetan. Karena itu sekali lagk bila Zona Covid aman, kita ajukan izin KBM PTM kepada Bupati Magetan,"pungkas Kadindikpora Kabupaten Magetan Suwoto. (tyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved