Breaking News:

Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB: Legalisasi Miras Merusak Masa Depan Bangsa

Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Saikul Islam, meminta agar Perpres nomor 10 tahun 2021 yang mengatur investasi miras harus segera dicabut.

SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Kapolrestabes Surabaya saat melakukan pemusnahan barang bukti ribuan botol miras yang berhasil disita. 

Reporter : M Taufik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Rencana pemerintah untuk membuka investasi industri minuman keras (miras) terus menuai kritik. Beberapa pihak berharap agar pemerintah tidak memberlakukan pembukaan pintu investasi untuk industri miras.

Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Saikhul Islam, meminta agar Perpres nomor 10 tahun 2021 yang mengatur investasi miras harus segera dicabut.

"Karenaegalisasi miras dalam bentuk apapun dapat merusak generasi bangsa," kata Saikhul Islam, Minggu (28/2/2021).

Menurut dia, apapun alasannya tidak dapat dibenarkan. Apalagi cuma sekedar menarik investasi.

"Apakah masa depan generasi bangsa ini mau ditukar dengan investasi yang tidak jelas?" lanjut Anggota DPR RI tersebut kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Petani Ponorogo Temukan Mortir di Ladangnya: Tahun 60-an Pernah Ditemukan Lebih Besar

Baca juga: Nasib Syahrian Abimanyu di Newcastle Jets, Kalah Bersaing dari Bocah 16 Tahun, Tersisihkan?

Baca juga: Gus Baha : Hukum Kalah Dengan Etika, Meski Etika Itu Salah

Pihaknya juga menyebut agar jangan pula penghargaan pada keyakinan atau adat tertentu jadi alasan. Karena Negara Indonrsia ini berdasar Pancasila, penghargaan pada suatu keyakinan tidak boleh melukai keyakinan yang lain.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak tahun ini. Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved