Berita Persebaya Surabaya

Mengenang Sosok Budi Johanis, Francesco Totti-nya Persebaya, Setia Bela Bajul Ijo Selama 16 Tahun

Budi Johanis, salah satu legenda Persebaya telah wafat pagi tadi, Rabu (3/3/2021) di rumah duka, Rungkut Bharata VII/32, Surabaya.

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
Instagram/@officialpersebaya
Ucapan bela sungkawa Persebaya untuk salah satu pemain legendarisnya, Budi Johanis 

Reporter: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Budi Johanis, salah satu legenda Persebaya telah wafat pagi tadi, Rabu (3/3/2021) di rumah duka, Rungkut Bharata VII/32, Surabaya.

Tidak banyak yang tahu, sosok Budi Johanis merupakan pemain yang sangat setia pada Persebaya.

Mendiang pemain kelahiran 1957 itu selama 16 tahun membela Persebaya (1976-1992), dan hanya bermain satu klub selama karier sepak bola profesional, meski digoda banyak klub.

Kecintaan itu bukan tanpa alasan, selain asli Surabaya, Budi Johanis merupakan didikan salah satu klub internal Persebaya, Indonesia Muda.

Baca juga: Persebaya Berduka, Eks Kapten Sekaligus Legenda Mereka Budi Johanis Meninggal Dunia

Kisah Budi Johanis bermula saat musim 1976 bisa membela Persebaya Junior.

Sayang, setahun kemudian, namanya tidak masuk dalam skuad yang sama karena alasan non teknis.

Setahun berselang, ia mendapat kesempatan lagi, bedanya, kali ini menembus tim senior.

Berkat kepiawaiannya menjaga lini tengah, debut perdana Budi Johanis di Persebaya senior, mampu membawa Persebaya juara Piala Surya di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya.

Lantaran performanya terus meningkat, ia mendapat panggilan seleksi PSSI Binatama bersama pemain Persebaya lainnya waktu itu, (almarhum) Joko Irianto.

Masuk PSSI Binatama, Budi Johanis bersama pemain pilihan lain digembleng selama enam bulan di Brasil.

Selama di Negeri Samba, mereka berlatih dan melakukan pertandingan di beberapa kota. Seperti Rio de Janeiro dan Brasilia.

Pulang dari Negeri Samba, tawaran banyak menghampirinya, terutama dari klub-klub Galatama.

Mulai dari UMS 80 Jakarta, Perkesa Sidoarjo, hingga Indonesia Muda.

Tawaran menarik gelimang harta itu rupanya tak membuat Budi goyah. Budi tetap ingin membela klub kota kelahirannya, Persebaya Surabaya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved