Seniman Muda Trenggalek 'Pentas' Tari Celeng di Jalan Rusak, Begini Respon Bupati Mas Ipin
Seniman muda di Kabupaten Trenggalek mementaskan Tari Celeng di jalan rusak Nglongsor-Karangan. Begini respon Bupati Mochamad Nur Arifin.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Hefty Suud
Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Beberapa seniman muda di Kabupaten Trenggalek mementaskan pertunjukan Tari Celeng di jalan rusak penuh lumpur ruas Nglongsor-Karangan, Kabupaten Trenggalek.
Aksi itu dilakukan, Senin (1/3/2021) sore dan ramai diperbincangkan sehari kemudian atau Selasa (2/3/2021) oleh netizen asal Trenggalek di media sosial.
Dalam video yang mereka dokumentasikan, tampak tiga orang seniman muda mempertontonkan Tari Celeng.
Baca juga: Pastikan Video Viral Penembakan Gus Idris Murni Kebutuhan Konten, Begini Sikap Polres Malang
Baca juga: 7 Shio Beruntung Hari Ini: Shio Monyet Ada Orang Spesial, Shio Anjing Yang Lagi PDKT Makin Mendekat
Tari Celeng biasanya dibawakan dalam pertunjukan Kuda Lumping.
Mereka melompat ke sana ke mari, menari, dan mempertontonkan pertunjukan di kubangan lumpur jalan raya tersebut.
Aksi itu digelar di samping lalu-lalang kendaraan roda dua hingga truk yang melintas pelan di sepanjang jalan.
Selain itu, ada juga aksi dari pemuda lain yang bertingkat seolah-olah sedang berenang dan menyelam di kubangan yang sama.
Sementara pemuda lainnya bergaya ala pemancing yang menunggu kailnya ditarik oleh ikan dalam kubangan.
Baca juga: Pemerintah Pusat Target Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Disdik Ponorogo: Sekarang pun Siap
Baca juga: 2 Terduga Teroris di Kabupaten Malang Tertangkap dalam Sepekan, Satu Disebut Tokoh JI Jatim
Aksi tersebut mendapat banyak tanggapan dari netizen. Ada yang menanggap bahwa aksi mereka mewakili kegeraman akibat jalan yang belum juga diperbaiki.
Pasalnya, Jalan Nglongsor-Karangan adalah salah satu jalan dekat pusat kota yang kondisinya rusak parah sejak sekitar enam bulan terakhir.
Kendaraan bakal kesulitan untuk melintas dengan kecepatan sedang di sana, sebab kondisi aspal sudah tak karuan.
Terlebih saat musim penghujan, jalan yang penuh lumpur menyulitkan para pengguna jalan. Truk-truk besar yang riwa-riwi turut menambah beban jalan.
“Pendapat para netizen kami anggap sebagai apresiasi pertunjukan kami,” kata Resa Jaya, anggota Kabul Culture Space, komunitas yang menggelar pentas di jalan berlubang itu, Selasa (2/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/jalan-rusak-nglongsor-karangan.jpg)