3 Bocah Lumajang Temukan Puluhan Barang Diyakini Pusaka di Pekarangan

- Warga Lumajang digegerkan dengan fenomena langka. Tiga bocah laki-laki warga Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian menemukan puluhan barang yang

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Penemuan puluhan barang yang diyakini pusaka di Lumajang 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Warga Lumajang digegerkan dengan fenomena langka. Tiga bocah laki-laki warga Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian menemukan puluhan barang yang diyakini pusaka.

Kejadian itu terjadi pada sekitar 8 hari lalu. Tepatnya tanggal 24 Februari 2020.

Penemuan benda yang diyakini pusaka itu kali pertama ditemukan oleh Soleh Hadi. Saat itu, ia sedang bermain bersama teman sebayanya, Rehan di pekarangan belakang rumah tetangganya.

Saat sedang asyik bermain, dua bocah berumur 12 tahun itu tiba-tiba dikagetkan dengan barang yang mengeluarkan sinar dan menyala, dari bawah pohon pisang.

Baca juga: Bocor Rahasia Soal Trend Liquid di 2021, IDJ: Rasa Roti Bisa Bikin Bisnis Vape Kebanjiran Cuan

Betapa kagetnya, setelah dilihat ternyata barang itu semacam kuningan yang berbentuk cemeti, keris, miniatur patung, miniatur wayang berserakan di tanah. "Pertama saya menemukan sembilan barang," kata Soleh, Kamis (4/3/2021).

Setelah itu mereka mengambil barang itu dan membawa pulang ke rumah Soleh. 

Soleh pun lalu melaporkan kejadian itu ke orang tuanya.

Namun, pada menjelang malam, sekitar pukul 18.30, Soleh kembali mendatangi tempat tersebut. Tak disangka, ia kembali menemukan benda-benda yang diyakini peninggalan zaman kerajaan itu berserakan di tanah.

Esok pagi, Soleh dan Rehan berniat kembali mendatangi pekarangan itu. Lagi-lagi benda-benda itu ditemukan mereka.

Hingga akhirnya, pada siang hari dua bocah itu sengaja kembali ke pekarangan. Dan untuk keempat kalinya mereka menemukan barang yang diyakini pusaka. 

Hingga kini total benda-benda yang dianggap pusaka itu sudah terkumpul sebanyak 31.

"Terakhir itu barangnya besar tertancap di tanah, tapi beda lokasi itu dibawah tanaman lain. Karena susah diambil saya panggil teman saya Mas Aldo," ujarnya.

Penemuan barang itu sempat disembunyikan oleh orang tua Soleh dari warga sekitar.

Namun khawatir hal itu berujung pada kejadian diluar nalar akhirnya orang tua Soleh bercerita kepada para tetangga.

Walhasil penemuan itu membuat geger warga. Terlebih banyak warga sekitar yang memposting barang-barang kuno itu ke media sosial. Kabar itu pun akhirnya terdengar ke petinggi desa.

Kemudian, akhirnya orang tua Soleh menyerahkan seluruh benda itu ke kepala desa setempat.

Didik Nurhandoko, Kepala Desa Selok Awar-Awar mengatakan, semenjak kabar penemuan itu tersiar banyak tamu berdatangan ke kantornya.

Rata-rata mereka yang datang adalah para kolektor maupun paranormal yang penasaran melihat wujud benda-benda itu.

Meski demikian, ia berharap masyarakat dapat berfikir rasional dan tidak mengaitkan kejadian itu kepada hal-hal mistis.

"Saya rasa ini bukan barang peninggalan zaman purbakala, saya rasa ini orang iseng karena setahu saya di Selok Awar-Awar sebelumnya tidak pernah ada penemuan seperti ini," ujarnya.

Sementara untuk memantapkan keyakinannya itu, ia berencana akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan untuk meneliti barang-barang tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved