Ratusan Gamers PUBG dari 4 Kota Bertarung di Kill The LAst Surabaya
Komunitas esport Surabaya Kill The LAst Kembali menggelar turnamen bertajuk LAga Lagi, mempertemukan ratusan gamers professional dari 4 kota di Jatim
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Taufiqur Rohman
Reporter: Wiwit Purwanto | Editor: Taufiqur Rochman
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komunitas esport Surabaya Kill The LAst Kembali menggelar turnamen bertajuk LAga Lagi, mempertemukan ratusan gamers professional dari empat kota di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang.
Antusiasme para gamers sangat tinggi hingga turnamen digelar dalam dua waktu berbeda selama bulan Februari 2021 kemarin.
Salah satu pentolan Kill The LAst Surabaya Sammy mengatakan, ada 40 tim yang bertarung dalam game PUBG.
Baca juga: Pengakuan Legenda Chelsea Dennis Wise Sebut Bagus Kahfi Lebih Baik Ketimbang Eks Pemain Liverpool
Baca juga: Jadwal MotoGP 2021 - Para Pembalap Mulai Tes di Losail Besok, Sirkuit Mandalika Masih Tunggu Nasib
Dari jumlah itu kemudian diambil 16 besar untuk bertarung dalam babak selanjutnya memperebutkan hadiah jutaan rupiah.
Sebanyak 16 tim yang berhasil lolos ke babak 16 besar adalah Limax Newborn, Aries Grylord, Exhapire Legend, Ripers Mix, Rascal Team, Loss Esport, SES Alfaink, SMT Red Line, Siapa Esport, Asli Suroboyo, Golden Fire PY, Exhapire Daci, Wolf The Ring, Monochrome, Pota Pota dan Limax Ryukage.
“Setelah berjibaku lewat pertarungan dan adu strategi bulan lalu, akhirnya keluar sebagai Juara III Exhapire Daci, kemudian Juara II SES Alfaink, dan Juara I Siapa Esport,” kata Sammy Kamis (04/03/2021).
Selain games, di turnamen ini juga digelar photo contes, musik, hingga cosplay.
Dalam even kali ini Kill The LAst kata Sammy, juga menggandeng Cleo Esport Championship, MyRepublic, JaLAn Keluar dan LensA Comunity Surabaya.
Baca juga: Ikut Piala Menpora 2021, Persik Kediri Pakai 100 Persen Pemain Lokal
Baca juga: Tinggalkan Tim Singo Edan, Dua Eks Pemain Arema FC Ini Gabung Ke Borneo FC
Untuk lokasi pertandingan PUBG kemarin digelar di M-Radio Caffe Surabaya dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19.
“Kill The LAst Surabaya rutin tour ke beberapa tim esport di Surabaya dan sekitarnya. Rata-rata masalahnya soal kas, akhirnya kami berikan jalan keluar seperti apa mengelola tim yang professional itu,” lanjutnya.
Koordinator Kill The LAst Surabaya Affan Haris Shofwanadi menambahkan dari komunitas esport juga melahirkan bibit pemain professional yang bisa mewakili Surabaya dan Jawa Timur untuk kompetisi yang lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ratusan-gamers-pubg-4-kota-bertarung-di-kill-the-last-surabaya.jpg)