Soal Harga Cabai Rawit Mahal, Kepala Disperindag Jatim: Ada Harapan Positif Pada Akhir Maret-April

Kepala Disperindag Jawa Timur Drajat Irawan buka suara soal harga cabai rawit mahal. Beber sudah melakukan beberapa upaya: murni karena alam.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan saat memantau kondsi cabai rawit di lahan pertanian cabai yang ada di Kediri. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menanggapi soal harga cabai rawit mahal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menstabilkannya.

Salah satunya dengan koordinasi dan sinergi dengan dinas terkait, pemerintah kabupaten/kota, serta Asosiasi Petani Cabai yang ada di Jawa Timur (Jatim).

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan.

Baca juga: DPP Partai Demokrat Sebut KLB di Medan KLB Bodong, Peserta yang Hadir Bukan Pemilik Suara Sah

Baca juga: Ratusan Pembeli Perumahan Grand Emerald Malang Muak, Bayar Rp 120 Juta, Pembangunan Janji Kosong

"Kami telah melakukan kunjungan ke beberapa sentra produksi, salah satunya adalah sentra produksi cabai di Kediri dan hal ini dilakukan dalam upaya menjaga stabilisasi harga, ketersediaan serta kelancaran distribusi cabai pada masa pandemi Covid-19 serta menjelang Bulan Suci Ramadhan 1442 H," ujar Drajat kepada TribunJatim.com, Jumat (5/3/2021).

Drajat menjelaskan, kenaikan harga cabai ini murni karena alam, alias akibat dari curah hujan yang tinggi dan turun lebih cepat dari perkiraan.

Kendati demikian, pihaknya punya harapan positif, lantaran panen cabai diperkirakan dilakukan mulai akhir Maret hingga April.

Baca juga: Kisah Sukses Habibie Afsyah Penderita Muscular Dystrophy Jadi Konsultan Marketing: Cari Sampai Dapat

Baca juga: Pedagang di Pasar Gresik Vaksinasi Covid-19 Hari Ini, Bupati Gus Yani Harap Ekonomi Pasar Pulih

"Saat panen cabai itu, kita harapkan curah hujan bisa menurun, khususnya menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2021, sehingga ketersediaan aman serta harganya stabil dan konsentrasi kita sekarang adalah produksi berjalan sesuai rencana dan proses pendistribusian sampai pasar juga lancar,” jelasnya.

Selain itu, tambah Drajat, produksi cabai sesuai dengan luas lahan juga akan terus dimonitor.

"Jadi progressnya dipantau terus, supaya antara luas lahan dengan kapasitas produksi serta distribusinya berjalan,” sambungnya.

Drajat menambahkan, untuk daerah yang terkena genangan air bisa memperbaiki saluran irigasi lahan tanaman cabai agar hasil tanaman cabai dan kapasitas produksinya bisa berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

"Pemprov Jatim juga telah memberikan Surat kepada pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan monitoring dan melakukan upaya agar pengamanan panen cabai bisa berjalan dengan lancar," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved