Pentingnya Bahan Bakar Berkualitas untuk Kantong dan Kesehatan Lingkungan
Saat ini, masyarakat harus makin peduli untuk menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) berkualitas yang tepat untuk kendaraannya. Karena BBM
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
Sama seperti RON, kandungan sulfur BBM yang ada di Indonesia saat ini masih belum memenuhi standar EURO 4. Hanya Pertamax Turbo (RON 98) yang setara standar tersebut. Produk seperti Premium dengan kualitas terendah, mungkin hanya memenuhi standar EURO 2 dengan kandungan sulfur berada di 500 ppm.
“Lagi-lagi, kita tertinggal dari negara tetangga. Filipina, Vietnam, dan Thailand sudah menggunakan produk setara EURO 4, bahkan Thailand di tahun 2023 akan mulai mengarah ke EURO 5," komentar Daarul kepada TribunJatim.com.
Di Asia Tenggara Singapura sudah paling maju sejak tahun 2017 sudah sesuai dengan standar EURO 6, sama seperti negara-negara maju di Eropa.
"Indonesia, sejak tahun 2000 masih berkutat rata-rata di EURO 2," ujar Daarul.
Setuju dengan Fabby, Dasrul juga mendukung sinergi antara pemerintah, instansi, dan Pertamina sebagai BUMN untuk mendorong penggunaan BBM berkualitas yang ramah lingkungan.
Menurutnya, edukasi harus dilakukan berkelanjutan sekaligus memastikan ketersediaan produk dan kekuatan ekonomi masyarakat agar produk BBM berkualitas yang ramah lingkungan ini dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harus mulai beralih, melakukan lompatan besar untuk menggunakan BBM berkualitas, butuh waktu, tapi harus dimulai," lanjut Dasrul kepada TribunJatim.com.
Harus mulai juga dipikirkan ‘biaya’ besar yang harus dibayar, misalkan penyakit ISPA karena kualitas udara yang buruk, biaya perawatan mesin itu semua harus dipikirkan.
"Saya rasa jika berkomitmen, bersama-sama kita bisa melakukan ini sekaligus berkontribusi terhadap cita-cita Indonesia dalam Paris Protocol di tahun 2015, yakni mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada tahun 2030,” pungkas Dasrul.
Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Putut Andriatno mengatakan bahwa Pertamina saat ini terus mengedukasi penggunaan BBM berkualitas kepada masyarakat dan turut berkontribusi untuk mengurangi pencemaran udara melalui Program Langit Biru (PLB).
“Jadi, PLB ini adalah edukasi melalui promosi, penawaran Pertalite dengan harga khusus bagi segmen tertentu. Harapannya, pengguna Premium akan merasakan sendiri dan mendapatkan pengalaman langsung manfaat menggunakan BBM berkualitas sehingga menumbuhkan kesadaran di masyarakat untuk beralih,” tambah Putut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-ngawi-program-pertalit-di-ngawi-dari-pertamina.jpg)